Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Keren, Sampah di Rembang Bakal Diolah jadi Bahan Bakar

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Sabtu, 9 Desember 2023 | 19:31 WIB
MENGGUNUNG: Seorang pemulung di TPA Landoh menyiapkan kendaraan untuk mengangkut sampah.
MENGGUNUNG: Seorang pemulung di TPA Landoh menyiapkan kendaraan untuk mengangkut sampah.

REMBANG, RADARPATI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana merelokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di wilayah GOR sebagai tempat pembuangan sementara.

Pemerintah Pusat berencana memberikan fasilitas pengelolaan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Landoh.

Saat ini, pembuangan yang berada di Kecamatan Sulang itu diperluas.
RDF merupakan teknologi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar.

Rencana, proses pekerjaan akan dimulai pada 2024 mendatang.

Untuk itu, Pemkab Rembang perlu mempersiapkan infrastruktur penunjang.

Kepala DLH Rembang Ika Himawan Affandi menyampaikan, RDF akan diberikan oleh pemerintah pusat.

Sementara Pemkab bersifat mendampingi dengan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) pendukung. Seperti kendaraan truk.

"Itu ada delapan dump truk. Nanti tahun depan rencana dua," katanya.

Selain itu, akses jalan menuju TPA Landoh juga perlu dilebarkan. Saat ini, kata Ika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang telah merencanakan proyek tersebut.

"Diperlebar dan ditingkatkan oleh PU," katanya.

Pembangunan akan dimulai sekitar bulan Maret atau April tahun depan dengan target penyelesaian sekitar delapan bulan.

Sehingga selama proses pembangunan area TPA, Pemkab harus membuat tempat penampilan sementara.

Wilayah GOR Mbesi dipilih sebagai tempat relokasi. Pemkab telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare.

Sampah-sampah akan ditampung di sana sementara sekitar delapan bulan. Setelah itu, akan dikembalikan lagi ke TPA Landoh untuk digunakan sebagai bahan baku RDF.

"Sampah tidak boleh masuk ke TPA. Kami sambung sementara di (sekitar) GOR selama delapan bulan," katanya.

Ika mengklaim lokasi TPA Sementara sudah jauh dari pemukiman warga.

"Kami ada 20 hektare. Itu sudah jauh dari warga. Lagian itu cuma sementara. Setelah iti kami ambil lagi kami taruh ke TPA (Landoh, Red) untuk diolah," imbuhnya.

Selain soal infrastruktur penunjang, Pemkab juga telah menyiapkan rencana pemanfaatan RDF.

Saat ini, juga sudah ada bekerja sama dengan Semen Gresik yang akan menjadi pengguna produk RDF.

Sampah-sampah itu akan diolah sedemikian rupa untuk mengganti batu bara. (vah/ali)

Editor : Achmad Ulil Albab
#pengolahan sampah #sampah #rembang #TPA Landoh #semen gresik #bahan bakar