Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

UIN Sunan Kudus Kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Kisbiyanto Teguhkan Integritas Pendidikan

Abdul Rochim • Senin, 22 Juni 2026 | 19:41 WIB

RESMI: Rektor Abdurrohman Kasdi melakukan prosesi pengukuhan guru besar ke-16 di Kudus, Prof. Kisbiyanto, Senin (22/6). (UIN SUNAN KUDUS UNTUK RADAR PATI)
RESMI: Rektor Abdurrohman Kasdi melakukan prosesi pengukuhan guru besar ke-16 di Kudus, Prof. Kisbiyanto, Senin (22/6). (UIN SUNAN KUDUS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS - Pengukuhan guru besar ke-16 di Kudus menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam dunia pendidikan.

Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar Senin (22/6), Prof. Kisbiyanto resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Prosesi yang berlangsung di Laboratorium Terpadu kampus itu menjadi tonggak baru dalam penguatan tradisi akademik sekaligus menambah jajaran profesor aktif.

Pengukuhan ini juga menandai langkah penting dalam pengembangan keilmuan dan kualitas kelembagaan perguruan tinggi Islam di Kudus.

Baca Juga: Pedagang Pasar Bitingan Laporkan Dugaan Korupsi Kanopi Rp 1,8 Miliar ke Kejari Kudus

Dalam orasi ilmiahnya, Kisbiyanto mengangkat tema Integrity Based Behavior Management (IBBM), sebuah konsep yang menempatkan integritas sebagai basis utama tata kelola pendidikan Islam yang berdampak dan berkelanjutan.

Menurutnya, integritas tidak boleh hanya lahir karena pengawasan eksternal seperti aturan atau kamera pengawas, tetapi harus tumbuh dari kesadaran pribadi.

Dengan begitu, perilaku baik menjadi bagian dari karakter, bukan sekadar kepatuhan situasional.

“Kalau kita jujur hanya karena ada CCTV, atau tidak korupsi karena ada yang melihat, itu belum sepenuhnya jujur. Kebaikan harus dilakukan karena kesadaran dari dalam diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak persoalan dalam tata kelola pendidikan Islam berakar pada lemahnya integritas sumber daya manusia.

Mulai dari rendahnya pemahaman manajemen, pengelolaan anggaran yang belum transparan, hingga munculnya berbagai bentuk penyimpangan, semuanya tidak lepas dari kualitas moral pengelolanya.

Melalui konsep IBBM, Prof. Kisbiyanto menawarkan pendekatan yang menggabungkan tata kelola modern dengan nilai-nilai spiritual seperti ikhlas, amanah, disiplin, sabar, dan musyawarah.

Menurutnya, perpaduan itu menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan Islam yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Rektor Abdurrohman Kasdi menyebut pengukuhan guru besar ke-16 ini sebagai capaian strategis.

Ia berharap kehadiran profesor baru dapat memperkuat pengembangan keilmuan, tradisi akademik, dan mendorong institusi menuju rekognisi yang lebih tinggi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Abdul Hakam turut memberikan apresiasi.

Pemkab berharap amanah guru besar ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak gagasan dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan daerah. (dik)

Editor : Abdul Rochim
#Prof Kisbiyanto #Guru Besar UIN Sunan Kudus #Manajemen Pendidikan Islam #Integrity Based Behavior Management #uin sunan kudus