Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Hari Pendidikan Nasional 2026: Mengenang Ki Hadjar Dewantara dan Semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua

Abdul Rochim • Kamis, 30 April 2026 | 11:48 WIB
Pahlawan Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. (Ftoto istimewa)
Pahlawan Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. (Ftoto istimewa)

RADAR PATI - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei sebagai bentuk penghormatan atas jasa Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional sekaligus pelopor pendidikan di Indonesia.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari kelahirannya, yakni 2 Mei 1889.

Pada tahun 2026, tema Hardiknas yang diusung adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Baca Juga: Logo Hari Pendidikan Nasional 2026: Makna, Filosofi, dan Cara Menggunakannya

Peringatan ini umumnya dilaksanakan melalui upacara bendera di berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan.

Upacara bendera dalam rangka Hardiknas bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen untuk mengenang perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi bangsa yang unggul, tangguh, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Ia dikenal sebagai tokoh yang gigih menentang sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif dan hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu.

Sebagai bentuk perjuangannya, pada tahun 1922 ia mendirikan Perguruan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang membuka kesempatan belajar bagi rakyat kecil yang sulit memperoleh pendidikan formal pada masa itu.

Ia meyakini bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial.

Pemikiran dan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara hingga kini masih menjadi dasar dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.

Salah satu warisan terbesarnya adalah semboyan terkenal: “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.”

Makna dari semboyan tersebut sangat mendalam. “Ing Ngarsa Sung Tuladha” berarti di depan memberi teladan, yang menekankan bahwa seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik.

“Ing Madya Mangun Karsa” berarti di tengah membangun semangat, yaitu guru harus mampu membimbing dan memotivasi peserta didik.

Sementara “Tut Wuri Handayani” berarti di belakang memberi dorongan, yang menunjukkan pentingnya dukungan agar anak dapat berkembang mandiri dan percaya diri.

Filosofi tersebut menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, motivator, dan pendukung dalam proses tumbuh kembang anak.

Meta Deskripsi:
Hari Pendidikan Nasional 2026 diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang Ki Hadjar Dewantara. Tema tahun ini menekankan partisipasi bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan merata bagi semua.

Keywords:
Hari Pendidikan Nasional 2026, Hardiknas 2026, Ki Hadjar Dewantara, tema Hardiknas 2026, filosofi pendidikan

 
 
Editor : Abdul Rochim
#hari pendidikan nasional #2 Mei #Pahlawan Pendidikan #ki hajar dewantara