Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bus Pendidikan di Kudus Gratis untuk Pelajar, tapi Hanya untuk Wilayah Terpencil

Abdul Rochim • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:35 WIB

 

TRANSPORTASI: Bus Pendidikan milik Dishub Kudus terparkir di halaman kantor Dishub Kudus, kemarin. /DISHUB KUDUS UNTUK RADAR KUDUS
TRANSPORTASI: Bus Pendidikan milik Dishub Kudus terparkir di halaman kantor Dishub Kudus, kemarin. /DISHUB KUDUS UNTUK RADAR KUDUS

KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus menyiapkan layanan transportasi pendidikan gratis bagi pelajar.

Khususnya siswa yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses angkutan.

Program bertajuk Bus Pendidikan. Ini ditargetkan mulai beroperasi secara terbatas pada awal tahun ini melalui skema uji coba.

Kepala Dishub Kudus, Mundir, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Muchlisin, mengatakan Dishub saat ini memiliki dua unit kendaraan yang disiapkan untuk mendukung sektor pendidikan.

Selama ini, kendaraan tersebut belum bisa dioperasionalkan secara terbuka karena belum diresmikan secara legal.

Proses peresmian armada sempat tertunda akibat kebijakan refocusing anggaran.

Namun, pada tahun ini Dishub menargetkan seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan agar kendaraan dapat digunakan secara sah untuk kepentingan publik.

“Kendaraan ini memang dirancang untuk membantu dunia pendidikan. Bisa digunakan mendukung kegiatan kesiswaan, seperti pengiriman peserta lomba, kegiatan ekstrakurikuler, maupun aktivitas pendidikan lainnya,” ujar Muchlisin.

Selain pemanfaatan insidental, Dishub juga tengah mengkaji penggunaan kendaraan tersebut sebagai sarana antar jemput siswa harian.

Program ini menyasar pelajar yang rumahnya jauh dari sekolah dan tidak memiliki sarana transportasi yang memadai.

“Dalam skema awal, layanan akan diberikan secara gratis, mulai dari pengemudi, bahan bakar, hingga operasional kendaraan,” katanya.

Meski demikian, Muchlisin menegaskan bahwa rencana antar jemput siswa masih berada pada tahap kajian.

Keterbatasan armada menjadi salah satu pertimbangan utama, mengingat Dishub hanya memiliki dua unit kendaraan dengan kapasitas sekitar 20 tempat duduk per unit.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Semua harus dikaji matang, mulai mekanisme layanan, kebutuhan anggaran dari APBD, hingga respons masyarakat. Uji coba rencananya dilakukan selama tiga sampai enam bulan,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Dishub mempertimbangkan wilayah tertentu sebagai lokasi percontohan, salah satunya Kecamatan Mejobo.

Skema yang dibahas meliputi penentuan titik kumpul siswa, jadwal penjemputan.

Serta rute pengantaran ke sekolah tujuan seperti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan sekolah lain di sekitarnya.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendata jumlah siswa yang benar-benar membutuhkan layanan ini,” imbuhnya.

Muchlisin menambahkan, peminjaman kendaraan Dishub untuk kepentingan pendidikan sejatinya sudah berjalan selama ini melalui mekanisme surat resmi.

Sejumlah sekolah, madrasah, hingga instansi seperti TNI dan Polri kerap memanfaatkan kendaraan Dishub untuk mendukung kegiatan pengiriman peserta.

Menurutnya, program Bus Pendidikan perlu segera diimplementasikan agar dapat dievaluasi secara nyata di lapangan.

“Kalau tidak kita mulai, program ini hanya akan menjadi wacana. Dengan action, kita bisa melihat kekurangan dan kelebihannya untuk kemudian dievaluasi,” tegasnya.

Ke depan, apabila uji coba berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat, Dishub Kudus akan mengusulkan agar layanan transportasi pendidikan gratis ini dapat diperluas untuk jangka waktu satu tahun penuh dan menjangkau wilayah lain di Kabupaten Kudus. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#bus pendidikan gratis #bus pendidikan di Kudus