GROBOGAN, Radar Kudus – Pemkab Grobogan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus berupaya menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tinggi.
Sebanyak 70 anak yang mau kembali bersekolah mendapatkan bantuan sosial dari CSR.
Kabid Paud dan PNF Disdik Grobogan Sutomo mengatakan, bantuan tersebut diberikan Bank Jateng kepada 184 anak.
Di antaranya 57 siswa SD, 57 siswa SMP serta 70 anak tidak sekolah yang mau kembali ke sekolah.
"Untuk siswa SD dan SMP yang dapat merupakan yang tidak terdaftar dalam penerima KIP," ungkapnya.
Sedangkan 70 ATS yang diberikan stimulan Bank Jateng senilai Rp 1 juta tersebut, merupakan mereka yang telah mau kembali ke sekolah.
"Stimulan ini dimaksud agar dimanfaatkan untuk bisa melanjutkan pendidikannya. Uang tersebut langsung ditransfer ke rekening tabungan pelajar masing-masing penerima," jelas Sutomo.
Menurutnya, dengan iming-iming stimulan dari sejumlah CSR. Diharapkan bisa menjadi pemantik ATS lainnya untuk kembali bersekolah.
Sampai saat ini data ATS dari Sistem Informasi Layanan Anak Tidak Sekolah (Silat), masih ada 18.054 ATS.
Setelah verifikasi di lapangan tinggal 16.562 anak. Selama penyisiran setidaknya ada 4.392 anak kembali ke sekolah. Sekarang tersisa 12.170 anak.
Penyisiran tersebut sempat menggandeng UNICEF dan Pusdatin Kemendikbudristek.
Sedangkan Pemimpin Bank Jateng Cabang Purwodadi, Woro Handayani menambahkan, dengan pemberian Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (KPKP) Bank Jateng pada ATS yang kembali ke sekolah kepada 70 anak.
Berharap bisa meningkatkan semangat siswa.
Diharapkan dapat meningkatkan semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda.
Selain ATS, kami juga memberikan beasiswa bagi 114 anak yang berada di 17 kecamatan.
"Mereka merupakkan siswa SD dan SMP. Dengan bantuan ini diharapkan memotivasi mereka agar semangat dalam belajar dan meningkatkan prestasi," ujar Woro Handayani. (int/him)
Editor : Abdul Rochim