KLB Dugaan Keracunan MBG di Gembong, Plt Bupati Chandra Pastikan Pengobatan Ditanggung Pemkab

Achmad Ulil Albab • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:47 WIB
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)

 

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan biaya pengobatan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong ditanggung pemerintah daerah.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (9/9/2026), usai menerima apresiasi untuk Kabupaten Pati sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.

Meski sedang berada di Jakarta saat kejadian, Chandra mengaku langsung memimpin dan memantau penanganan setelah menerima laporan. Ia juga melakukan video call dengan sejumlah korban untuk memastikan kondisi terkini mereka.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Siswa di Pati Kini Trauma Bilang MBG Jangan Dilanjut

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” tutur Chandra.

Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Hal itu mengingat kasus tersebut menyangkut keselamatan korban dan telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi Pemkab Pati dengan Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Sebanyak 230 Siswa di Dua Sekolah Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Selain memastikan penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Sekitar 45 Anak Masih Dirawat

Chandra menyebut data korban masih terus diperbarui. Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD R.A.A. Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Ia menambahkan, Pemkab Pati terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, perawat, dan direktur rumah sakit untuk memantau kondisi para korban.

Bahkan, tenaga kesehatan juga diterjunkan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan.

“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati,” tutur Chandra. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
klb dugaan keracunan mbg pati Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra