Tangisan dari Dalam Kardus Bikin Geger Warga Pati, Bayi Perempuan Ditemukan Masih Hidup

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

DICEK: Kepolisian memeriksa tempat pembuangan bayi di Desa Ketanen, Trangkil pada Selasa (18/8).  (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
DICEK: Kepolisian memeriksa tempat pembuangan bayi di Desa Ketanen, Trangkil pada Selasa (18/8). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Tangisan bayi dari dalam kardus menggegerkan warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Selasa (18/8) pagi.

Bayi perempuan ditemukan masih hidup di sebuah bengkel mobil.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 oleh pemilik bengkel, Slamet Santoso, bersama Bawono.

Keduanya saat itu hendak memulai aktivitas di bengkel.

Baca Juga: Tiket Konser Denny Caknan di Pati Sudah Dijual, Izin Stadion Joyo Kusumo Belum Kelar

Ketika berada di area perlengkapan bengkel, mereka mendengar suara tangisan bayi. Setelah mencari sumber suara, keduanya mendapati sebuah kardus yang diletakkan di atas kursi.

Saat diperiksa, ternyata kardus tersebut berisi bayi perempuan. Kondisi bayi masih hidup dengan tali pusar yang masih menempel.

Slamet kemudian meminta bantuan Wahyu Satriyo Cahyanto, warga Desa Ketanen yang merupakan perangkat desa setempat.

Informasi penemuan bayi itu selanjutnya diteruskan kepada kepolisian.

Sekitar pukul 09.10 WIB, anggota Polsek Wedarijaksa tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Lima menit kemudian, tenaga medis dari Puskesmas Trangkil datang untuk melakukan pemeriksaan awal.

Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Trangkil untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis yang dipimpin Bidan Sunarti, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki panjang 48 sentimeter dan berat sekitar tiga kilogram.

Secara fisik, bayi memiliki kulit sawo matang, rambut hitam, dan mata berwarna hitam.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, anggota langsung kami arahkan untuk mendatangi lokasi dan mengamankan TKP. Prioritas pertama adalah memastikan kondisi bayi dalam keadaan aman dan mendapatkan penanganan medis,” ujar Suntoro.

Polisi Cek CCTV Bengkel

Setelah bayi mendapatkan penanganan medis, polisi mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang meninggalkan bayi tersebut.

Polsek Wedarijaksa bersama Satreskrim Polresta Pati, Tim Inafis, dan Tim Resmob Polresta Pati melakukan olah TKP.

Sejumlah barang yang ditemukan di lokasi turut diamankan sebagai barang bukti.

Di antaranya satu kardus berwarna cokelat, satu baju abu-abu, dua celana pendek berwarna biru dan hitam, serta plastik berisi tali pusar dan tisu.

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan.

“Keterangan para saksi akan kami dalami untuk mengetahui rangkaian kejadian dan mengungkap siapa yang menempatkan bayi tersebut di lokasi,” jelas Suntoro.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik mengecek kamera pengawas atau CCTV di sekitar bengkel.

Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap pihak yang membawa dan meninggalkan bayi di lokasi.

“Masih didalami. Kami berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi berkaitan dengan kejadian ini dapat segera menyampaikannya kepada kepolisian,” katanya.

Suntoro mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai latar belakang penemuan bayi tersebut.

Ia meminta warga mempercayakan proses penyelidikan kepada kepolisian hingga pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui berdasarkan bukti yang ditemukan. (adr)

 
 
 
 
Editor : Abdul Rochim
Polsek Wedarijaksa bayi ditemukan di Pati bayi dalam kardus Desa Ketanen penemuan bayi Pati