Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Waduk Gembong Masih Jadi Primadona, Kunjungan Wisata Pati Tembus 552 Ribu Wisatawan

Andre Faidhil Falah • Senin, 13 Juli 2026 | 22:05 WIB
Satpolairud Polresta Pati melakukan monitoring terhadap wahana air rakit yang beroperasi di objek wisata Waduk Gembong, Kabupaten Pati belum lama ini. (HUMAS POLRES PATI)
Satpolairud Polresta Pati melakukan monitoring terhadap wahana air rakit yang beroperasi di objek wisata Waduk Gembong, Kabupaten Pati belum lama ini. (HUMAS POLRES PATI)

PATI – Sektor pariwisata di Kabupaten Pati menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026.

Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, jumlah kunjungan wisatawan sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 552.717 orang.

Waduk Gembong masih menjadi destinasi favorit masyarakat.

Baca Juga: Plt Bupati Pati Ajak Masyarakat Berpartisipasi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Selama enam bulan pertama tahun ini, objek wisata tersebut dikunjungi 75.495 wisatawan, tertinggi dibanding destinasi lainnya di Kabupaten Pati.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinporapar Kabupaten Pati, Mohamad Roni, mengatakan selain Waduk Gembong, destinasi yang banyak diminati wisatawan adalah Desa Wisata Sukolilo dengan 49.811 kunjungan serta wisata alam Jrahi yang mencatat 25.557 wisatawan.

"Memang Gembong masih menjadi destinasi favorit berdasarkan data kunjungan yang kami miliki," ujarnya.

Menurut Roni, Desa Wisata Sukolilo menawarkan paket wisata yang beragam, mulai dari wisata alam hingga wahana Jeep off-road yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

"Di Sukolilo ada air terjun tadah hujan, Jeep off-road, hingga kawasan Sumber Sentul yang menjadi favorit wisatawan," katanya.

Selain tiga destinasi tersebut, sejumlah objek wisata religi juga tetap ramai dikunjungi.

Seperti Makam Syekh Djangkung, Makam Mbah Muttamakin, serta kawasan wisata Pekuwon.

Roni menjelaskan, lonjakan kunjungan paling tinggi terjadi pada Juni 2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah.

Pada bulan tersebut jumlah wisatawan mencapai 146.717 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Secara rinci, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari tercatat 86.597 orang, Februari 62.790 orang, Maret 104.060 orang, April 70.695 orang, Mei 81.858 orang, dan Juni melonjak menjadi 146.717 orang.

"Dari pemantauan kami, kunjungan anak-anak bersama orang tua selama libur sekolah mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya," jelasnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Dinporapar terus mendorong pengelola desa wisata dan daya tarik wisata (DTW) meningkatkan kualitas fasilitas maupun pelayanan.

Langkah itu juga diperkuat dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang mengarahkan kegiatan outing class sekolah dilaksanakan di destinasi wisata dalam wilayah Kabupaten Pati.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada pengelola desa wisata dan DTW agar terus berbenah. Kami juga melakukan identifikasi kebutuhan di lapangan dan apabila memungkinkan akan diusulkan stimulan untuk pengembangannya," ungkap Roni.

Meski demikian, ia mengakui pengembangan destinasi wisata masih menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah mempercepat pembenahan destinasi wisata agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan, terutama setelah diberlakukannya kebijakan outing class di dalam daerah.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menilai sejumlah objek wisata masih membutuhkan perhatian, terutama terkait kebersihan lingkungan dan perbaikan fasilitas.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Masih ada destinasi wisata yang perlu dibenahi, seperti kawasan wisata Pelabuhan Banyutowo yang masih ditemukan sampah dan sejumlah fasilitas yang sudah tidak berfungsi," ujarnya.(adr/him)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#kunjungan wisata 2026 #destinasi wisata Pati #wisata pati #dinporapar pati #waduk gembong