PATI – Kepolisian mulai mengungkap kasus penyerangan terhadap warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut menyerahkan diri ke Polsek Batangan, sementara polisi masih memburu pelaku lain yang terekam dalam rekaman kamera pengawas (CCTV).
Kapolsek Batangan AKP M. Iwan Setiawan mengatakan, keempat terduga pelaku datang ke Polsek Batangan sekitar pukul 23.00 WIB untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: Polresta Pati Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Juwana Pati, Tersangka Ternyata Janda Anak Lima
Saat ini mereka telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan guna mendalami keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.
"Empat orang sudah kami amankan setelah mereka menyerahkan diri. Penyidikan masih terus kami lakukan untuk mengungkap pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan," ujar AKP M. Iwan Setiawan.
Menurutnya, penyidik masih menganalisis rekaman CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku lain yang belum diamankan. Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diproses sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Meski demikian, ia berharap penyelidikan tidak berhenti pada empat orang yang telah diamankan.
Ali menuturkan, berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, jumlah pelaku yang memasuki wilayah desanya diperkirakan mencapai puluhan orang.
Mereka datang secara bergerombol dan melakukan penyerangan terhadap warga. Rekaman tersebut juga menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya terdiri dari remaja, tetapi juga melibatkan sejumlah orang dewasa.
"Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian. Namun kami berharap seluruh pelaku yang terlihat dalam rekaman CCTV dapat segera ditangkap agar kasus ini benar-benar tuntas dan masyarakat kembali merasa aman," katanya.
Sebelumnya, penyerangan yang terjadi pada Jumat malam itu mengakibatkan sedikitnya empat warga mengalami luka-luka. Salah seorang korban bahkan sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi para pelaku beredar luas di media sosial. Hingga kini, kepolisian masih mengembangkan penyelidikan dan memburu para pelaku lain yang diduga terlibat.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor untuk membantu mempercepat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus. (aua)
Editor : Admin