PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya menangani banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Selain melakukan langkah darurat di lokasi terdampak, pemerintah daerah juga mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat guna merealisasikan pembangunan tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penanganan rob dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Baca Juga: MERESAHKAN! Tersangka Kasus Pencurian Trafo Kapal Dibekuk Satpolairud Pati
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah mengurangi dampak genangan yang masih dirasakan masyarakat.
Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik dan membangun tanggul sementara menggunakan material bambu.
Upaya tersebut dilakukan untuk menahan masuknya air laut sekaligus memberikan perlindungan sementara bagi kawasan terdampak.
Menurut Chandra, anggaran yang digunakan untuk penanganan darurat mencapai sekitar Rp60 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan bambu serta perlengkapan pendukung lainnya.
Namun, pembangunan infrastruktur permanen masih menunggu kondisi rob yang lebih kondusif.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tanggul permanen membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting.
Karena itu, Pemkab Pati telah menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Berdasarkan hasil koordinasi, pemerintah daerah diminta mengajukan surat resmi kepada Kementerian PU sebagai bagian dari proses pengajuan bantuan pembangunan infrastruktur pengendali rob.
Chandra berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga pembangunan tanggul permanen dapat segera direalisasikan.
Menurutnya, keberadaan tanggul menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob yang terus berulang.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan rob tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati.
Sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Rembang dilaporkan mengalami kondisi serupa akibat tingginya pasang air laut.
Karena itu, penanganan dinilai memerlukan dukungan dan intervensi pemerintah pusat secara menyeluruh.
Selain fokus pada infrastruktur, Pemkab Pati turut melaporkan kerugian yang dialami para petambak kepada BNPB.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang terdampak dapat memperoleh bantuan guna meringankan kerugian akibat rob.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya penanaman mangrove sebagai salah satu upaya perlindungan kawasan pesisir.
Chandra menilai penanaman mangrove harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat agar dapat tumbuh optimal dan berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi maupun gelombang laut.
Menurutnya, mangrove sebaiknya ditanam pada jarak tertentu dari bibir pantai agar tidak mudah rusak akibat terpaan ombak.
Dengan kombinasi pembangunan tanggul dan rehabilitasi pesisir, diharapkan ancaman rob di kawasan Tunggulsari dapat berkurang secara signifikan. (adr)