BLORA – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora berencana melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Pati guna mempelajari pelaksanaan regrouping sekolah yang telah lebih dulu diterapkan di daerah tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai persiapan sebelum regrouping sejumlah sekolah dasar negeri di Blora direalisasikan tahun ini.
Dari rencana awal sekitar 30 sekolah, kini jumlahnya menyusut dan diperkirakan kurang dari 20 sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda, menjelaskan bahwa kunjungan ke Pati bertujuan untuk memahami mekanisme serta formula yang digunakan dalam proses penggabungan sekolah.
“Kami ingin melihat langsung proses dan formulanya seperti apa, supaya bisa menjadi referensi bagi Blora,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah sekolah yang masuk dalam rencana regrouping saat ini berada di kisaran 15 hingga 20 sekolah.
Namun sebelum keputusan final ditetapkan, pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu kepada Bupati Blora, Arief Rohman, untuk meminta arahan dan pertimbangan.
Dinas Pendidikan juga meminta sekolah-sekolah yang berpotensi terdampak agar tidak khawatir.
Seluruh skema telah disiapkan, termasuk penataan kepala sekolah dan guru.
Ia memastikan kepala sekolah tetap menjabat sebagai kepala sekolah, hanya saja berpindah lokasi sesuai kebutuhan.
Begitu pula dengan status sertifikasi guru yang disebut tetap aman.
Para guru akan ditempatkan di sekolah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Tidak perlu ada kekhawatiran. Tidak ada istilah dipindah jauh tanpa pertimbangan. Semua akan diakomodasi sesuai situasi yang ada,” tegasnya. (tos/him)
Editor : Abdul Rochim