Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dugaan Keracunan MBG, Pemkab Pati Siap Perketat SOP Seluruh SPPG

Abdul Rochim • Senin, 9 Februari 2026 | 18:16 WIB
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjenguk korban keracunan MBG.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjenguk korban keracunan MBG.

PATI — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung meninjau kondisi sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis secara optimal sekaligus memantau proses observasi kesehatan yang tengah berlangsung.

Risma menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi para siswa disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Patriot Bangsa.

SPPG tersebut diketahui merupakan dapur percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Siang tadi MBG disuplai dari SPPG Rendole, dikelola Yayasan Patriot Bangsa. Ini SPPG percontohan pertama di Pati dan sejauh ini SOP sudah dijalankan.

"Sampel makanan sudah kami kirim ke Semarang untuk pemeriksaan. Menu hari ini ayam, tahu, dan sayuran. Namun, kami belum bisa memastikan makanan mana yang menjadi pemicu keluhan siswa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, para siswa sempat mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga muntah.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan sementara, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan seluruhnya masih dalam pengawasan tenaga medis.

Keluhan yang muncul berupa mual, pusing, dan beberapa muntah. Saat ini masih dalam tahap observasi.

"Secara umum kondisinya mulai membaik, meski ada sebagian yang masih merasakan mual dan pusing. Total ada 22 siswa dan semuanya tertangani di KSH,” ungkap Risma.

Risma menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati bertanggung jawab penuh atas penanganan kesehatan para siswa, termasuk pembiayaan perawatan yang diperlukan.

Selain itu, Pemkab Pati juga akan segera melakukan koordinasi lanjutan guna memperketat kembali penerapan SOP di seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.

Biaya perawatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Saya juga sudah menyampaikan kepada Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar seluruh SPPG di Kabupaten Pati kembali memperkuat dan mengevaluasi SOP,” tegasnya. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra #keracunan MBG di Pati