PATI – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengakibatkan 1.741,29 hektare tambak ikan terendam.
Akibat kejadian tersebut, kerugian para petambak ditaksir mencapai Rp59 miliar.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati mencatat, tambak yang terdampak banjir tersebar di 9 kecamatan dan 29 desa.
Kesembilan kecamatan tersebut meliputi Margoyoso, Dukuhseti, Tayu, Kayen, Gabus, Pati, Juwana, Sukolilo, dan Trangkil.
Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santoso, mengatakan bahwa dampak banjir tidak hanya merendam area tambak, tetapi juga merusak infrastruktur penunjang.
Sejumlah akses jalan menuju tambak terendam, tanggul jebol, hingga mesin pompa air mengalami kerusakan.
“Total tambak yang terdampak mencapai 1.741,29 hektare. Kerusakan tidak hanya pada tambaknya, tetapi juga jalan akses, tanggul, mesin pompa, serta jembatan dan bendungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, di Kecamatan Tayu, Dukuhseti, dan Margoyoso, sebagian besar ikan nila salin dan udang hilang terbawa arus banjir.
Kondisi serupa juga dialami petambak ikan bandeng, terutama di wilayah Wedarijaksa dan Juwana.
Sementara itu, di Kecamatan Kayen tercatat tambak ikan nila dan lele yang terdampak, sedangkan di Kecamatan Pati mayoritas kerugian dialami petambak ikan lele.
Menyikapi kondisi tersebut, DKP Kabupaten Pati tengah mengupayakan pengajuan bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Pati belum memiliki alokasi anggaran untuk membantu petambak yang terdampak banjir.
Saat ini belum ada anggaran dari daerah.
"Kami sedang berupaya mengajukan bantuan ke KKP, mudah-mudahan ada dukungan yang bisa diberikan kepada para petambak,” pungkas Hadi. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim