Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Banjir di Pati Mulai Surut, 46 Desa Masih Tergenang

Abdul Rochim • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:16 WIB

 

DITES: Tim medis memeriksa warga Desa Karangrowo, Jakenan belum lama ini.  (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
DITES: Tim medis memeriksa warga Desa Karangrowo, Jakenan belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI - Beberapa wilayah di Pati masih terendam. Banjir masih menggenangi 45 desa dari tujuh kecamatan. Sebelumnya hampir merata.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati melaporkan situasi kebencanaan di wilayah Kabupaten Pati.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa banjir dan tanah longsor terjadi sejak Jumat (9/1) sekitar pukul 20.00 WIB.

Ini akibat curah hujan tinggi disertai luapan sungai. Hingga kini, dampak bencana masih dirasakan masyarakat di 7 kecamatan dan 45 desa.

“Bencana banjir masih terjadi di beberapa wilayah, namun di sejumlah desa kondisi air mulai berangsur surut,” ujar Martinus.

Adapun wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pati (4 desa), Juwana (8 desa), Kayen (5 desa), Jakenan (7 desa), Sukolilo (3 desa), Dukuhseti (5 desa), dan Kecamatan Gabus yang menjadi wilayah terdampak terluas dengan 13 desa.

Ia mencatat, bencana tersebut berdampak pada sekitar 2.921 rumah, 3.988 kepala keluarga, dan 10.939 jiwa.

Selain itu, genangan banjir juga merendam 3.825 hektare sawah dan 660,5 hektare tambak, serta merusak infrastruktur berupa 10.105 meter jalan, 7 bangunan sekolah, 16 tempat ibadah, dan 3 fasilitas umum.

“Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 8,57 miliar, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 432 kepala keluarga atau 1.060 jiwa.

Saat ini mengungsi di tempat-tempat umum maupun di rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.

Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pati telah melakukan berbagai upaya.

Antara lain berkoordinasi dengan Forkopimda serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menyiapkan lokasi evakuasi.

BPBD juga mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan terdampak, serta menggerakkan pembersihan lingkungan bersama masyarakat.

“Kami juga terus mengimbau warga agar tetap waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi,” tambah Martinus.

Pihaknya memastikan pemantauan dan penanganan bencana terus dilakukan secara intensif hingga kondisi benar-benar pulih. (adr/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#banjir di pati #sawah di Pati kebanjiran #bpbd kabupaten pati #banjir di pati surut