PATI – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selama dua hari berturut-turut mengakibatkan Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, meluap pada pagi ini (11/1/2025).
Luapan air tersebut merendam badan jalan di jalur utama Pantura Juwana–Rembang sepanjang kurang lebih 500 meter.
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang dan kendaraan hanya bisa merayap perlahan.
Kendaraan Roda Dua Mogok
Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air di badan jalan mencapai 20 hingga 30 sentimeter.
Akibatnya, arus kendaraan tersendat dan para pengemudi harus melintas secara bergantian untuk menghindari risiko kecelakaan.
Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terpaksa mendorong kendaraan mereka karena mesin mati (mogok) setelah nekat menerjang genangan air yang cukup tinggi.
Menurut penuturan warga setempat, air mulai meluap dan masuk ke jalan raya sejak pukul 23.00 WIB semalam.
Bukannya surut, hingga pagi hari ketinggian air justru terus meningkat.
Mudhofar, seorang warga Desa Ketitangwetan, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab parahnya luapan air kali ini.
Antara lain adalah rendahnya jembatan di Desa Raci menghambat aliran air.
Juga karena adanya endapan lumpur yang tinggi di dasar sungai.
"Air mulai masuk sekitar jam sebelas malam, tapi sampai sekarang malah makin tinggi. Soalnya jembatan di Raci itu rendah, sungainya juga dangkal karena lumpur, ditambah pintu air ditutup," ujar Mudhofar.
Hingga berita ini diturunkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur wilayah Pati.
Para pengguna jalan yang akan melintasi jalur Pantura Juwana–Rembang diimbau untuk tetap waspada.
Selain genangan air, pengendara diminta berhati-hati terhadap arus air yang cukup deras di badan jalan serta kondisi jalan yang licin akibat material lumpur yang terbawa banjir. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab