PATI - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pembuatan paspor untuk keperluan umrah dan haji mencuat di Kabupaten Pati.
Sejumlah warga mengaku harus membayar biaya jauh di atas tarif resmi, yakni berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per orang, bahkan ada yang mencapai Rp 4 juta.
Hal ini dialami warga Pati Nur Suhendra. Beberapa waktu lalu ia mengaku akan umrah melalui biro jasa umrah dan haji di Pati.
Dari pengakuannya ia kena tarif Rp 2 Jutaan. Tapi memaklumi harga itu karena tak mau ribet. Ingin terima bersih.
“Beres Rp 2 juta. Ke Imigrasi tinggal foto aja,” paparnya.
Harga tak sesuai itu pun juga pernah dialami warga Juwana.
Warga Desa Bendar yang tak ingin disebut namanya itu bahkan pernah membayar hingga Rp 4 jutaan.
“Dulu aku pernah. Bayar Rp 4 jutaan. Tapi trima bersih kan,” imbuhnya.
Mengenai rute atau tutorial membuat paspor, wartawan ini mencoba mewawancarai salah satu calo atau pembuat jasa paspor.
Calo berinisial K ini mengaku mematok harga Rp 1 juta hingga Rp 2 Jutaan. Itu tergantung jenis paspornya.
“Kan ada paspor biasa dan eazy paspor. Sekarang juga ada yang elektronik itu. Jadi harganya beda,” imbuhnya.
Ia pun berani buka-bukaan biaya dari pembuatan paspor. Untuk paspor biasa ia tarif Rp 1,2 Jutaan. Sementara Eazy paspor ia tarif hingga Rp 2 Jutaan.
Dari biro atau calo rinciannya bahwa untuk urusan administrasi dan lain-lain Rp 1,2 juta (mengurus paspor, Red).
Tak berhenti di situ, calon pembuat paspor pun dia ambil Rp 650 ribuan. Sedangkan 150 ribu untuk setor ke imigrasi.
“Tergantung. Saya kadang ambil Rp 200 ribu saja. Kemudian untuk setor pegawai itu Rp 100-150 ribuan,” ucapnya.
Lanjut dia, biaya tersebut secara gamblang ia tawarkan kepada calon pembuat.
Karena saat ini membayar paspor langsung menggunakan biling dan ada rincian harganya.
“Pembuat saya kasih tahu harga-harga itu. Nyatanya mau,” ucapnya.
Semua kliennya itu memang butuh akses tanpa ribet dan langsung jadi.
Sehingga berkenan untuk lewat jasa pembuat paspor ataupun biro jasa.
“Kalau datang langsung ya bisa. Itu tanpa bayar mahal. Pegawainya pun tak minta. Memang tak minta. Tapi memang saya kasih buat uang rokok istilahnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, ketika dikonfirmasi, Kepala Kantor Imigrasi Pati Ahmad Zaeni tak membenarkan hal tersebut. Bahwasannya di kantornya tak ada hal semacam itu.
“Itu tidak ada setahu saya,” katanya ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA) pada Senin (5/1).
Lanjut dia, Eazy Paspor kan ke Tempat Kantor Travel atau ke Kemenag urusab Haji.
Jadi biaya bayar masing-masing sesuai dengan Kode Biling yang ada.
“Paspor 5 tahun itu Rp 650 ribu. Paspor 10 tahun Rp 950 ribu,” imbuhnya.
Biaya tersebut kata dia, tergantung dari biro jasa. Artinya tak di kantornya.
“Keterlaluan kalau harganya segitu. Saya memahami ketika ada biaya lebih untuk keperluan makanan ringan. Tapi ini biayanya berlebihan. Nanti akan saya kroscek,” imbuhnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim