PATI – Nasib pilu dialami para petani garam di Desa Ketitangwetan Kecamatan Batangan Pati.
Mereka mengalami kerugian besar setelah gudang mereka ikut terendam banjir yang menggenangi Jalan Pantura Batangan – Pati tersebut, (11/12).
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, banjir yang menerjang Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, tidak hanya merendam permukiman warga dan jalur pantura, tetapi juga menghantam belasan pabrik serta gudang garam.
Karena itu para petani garam di wilayah tersebut menderita kerugaian yang tidak sedikit.
Para petani garam yang menanggung kerugian itu meminta pemerintah segera turun tangan membenahi tanggul yang jebol maupun yang kini dalam kondisi kritis.
Sekretaris Desa Ketitangwetan, Ismail, menjelaskan sedikitnya belasan gudang dan pabrik garam terendam banjir.
Ismail mengaku kerugian yang dialami petani garam cukup besar. Misalnya di gudang garam miliknya, kerugian ditaksir sekitar Rp 400 juta.
“Banjir kali ini diperparah oleh adanya jembatan yang ambles. Serta tanggul yang jebol di sisi jalur pantura. Kondisi itu membuat air melaju deras dan menghantam gudang-gudang garam milik warga. Kami tentunya berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki tanggul yang rusak agar kejadian serupa tidak terulang,” papar Ismail.
Tampak kondisi gudang-gudang garam milik para petani di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah.
Seluruh area terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. Tumpukan garam yang disimpan di dalam gudang ludes terbawa arus deras. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab