Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dinkes Pati Latih Penyedia Makanan SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Andre Faidhil Falah • Senin, 21 Juli 2025 | 17:41 WIB
DISIAPKAN: Petugas dapur umum menyiapkan porsi makanan ke mobil pengangkut di Desa Muktiharjo belum lama ini.
DISIAPKAN: Petugas dapur umum menyiapkan porsi makanan ke mobil pengangkut di Desa Muktiharjo belum lama ini.

PATI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati memberikan pelatihan kepada para penjamah makanan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pati, Etty Irianingrum, menjelaskan bahwa SPPG memiliki tim penjamah atau relawan yang bertugas mulai dari belanja bahan makanan, mengolah, hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada masyarakat.

Karena itu, setiap penjamah wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan olahan siap saji sesuai dengan edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Proses penyediaan makanan dari awal sampai didistribusikan itu dipegang penjamah. Maka mereka harus memiliki pemahaman tentang keamanan pangan, dan itu sudah diatur dalam surat edaran Kemenkes,” ungkap Etty.

Dinkes Pati pun telah memfasilitasi sejumlah SPPG untuk mengikuti pelatihan tersebut, salah satunya adalah SPPG Winong di bawah naungan Yayasan Berkah Lancar Indonesia.

Pelatihan ini ditujukan agar para penjamah memperoleh sertifikat penyuluhan keamanan pangan, yang menjadi syarat awal untuk memperoleh Sertifikasi Laik Higien dan Sanitasi (SLHS).

Selain pelatihan penjamah, terdapat tiga syarat lain yang harus dipenuhi agar sebuah SPPG bisa mendapatkan SLHS.

Yakni, penanggung jawab SPPG/SPPI memiliki sertifikat kompetensi, hasil pemeriksaan Infeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) memenuhi standar, dan lolos uji kualitas lingkungan.

“Setelah keempat syarat tersebut terpenuhi, barulah Dinkes bisa menerbitkan rekomendasi untuk pengajuan SLHS,” imbuhnya.

Sementara Ketua Yayasan Berkah Lancar Indonesia, Donny Eko, menyambut baik pelatihan yang diberikan oleh Dinkes.

Ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting sebagai bekal dasar bagi para relawan dalam menjalankan tugas menyiapkan dan menyajikan makanan sehat dalam jumlah besar.

“Pelatihan ini sangat mendasar dan wajib bagi para relawan. Dengan ini, mereka memiliki kemampuan untuk memasak dan menyajikan makanan yang higienis dan lezat dalam skala besar,” jelas Donny.

Pihaknya optimistis, dengan adanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi, kualitas SDM di bidang penjamah makanan akan meningkat.

Hal ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program MBG sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Donny juga menyampaikan komitmen yayasannya untuk terus mendukung dan menjalin kolaborasi lintas sektor demi mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat Pati yang lebih sehat, sejahtera, dan bebas stunting. (adr/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#Bupati Pati Sudewo #penyedia makanan #Mbg #pati #dinkes pati