PATI, RadarPati.ID – Di Pilkada 2024 ini banyak terjadi kasus Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kepala desa yang terang-terangan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon dalam Pilkada Pati 2024.
Hal itu mencuat saat calon bupati nomor urut 03 Budiyono meminta tanggapan atas fenomena ketidaknetralan kepala desa maupun ASN di Pilkada 2024 kepada paslon 02 Wahyu - Suharyono.
“Untuk kepala desa jelas tidak boleh berpolitik, harus netral, begitu juga dengan ASN harus netral,” ungkap Wahyu Indriyanto, calon bupati Pati nomor urut 2.
Mendengar jawaban tersebut Budiyono turut senang karena sependapat. Dirinya berharap fenomena ini menjadi catatan.
“Saya harap semuanya (ASN dan kepala desa tidak netral) dihentikan,” papar Budiyono.
Sementara itu pasangannya, Novi Eko Yulianto menambahkan, saat terpilih nanti di pemerintahannya akan mengedepankan kepemimpinan yang mengayomi, tidak mengintervensi.
Diketahui beberapa waktu lalu viral sejumlah postingan di sosial media yang memperlihatkan sejumlah oknum ASN yang menghadiri pertemuan-pertemuan dengan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Pati.
Begitu juga dengan para kepala desa, bahkan di sosial media juga ramai beredar foto sebuah kertas yang diduga berupa pakta integritas.
Yang berisi dukungan dari para kepala desa, perangkat desa hingga BPD.
Bahkan dalam redaksi di pakta integritas itu tertulis akan menaikkan honor atau gaji secara berkala. Pakta integritas itu ditandatangani di atas materai. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim