PATI, RadarPati.ID - Ternyata di Kabupaten Pati tak hanya satu sesar saja yang aktif. Selain sesar Pati ada juga sesar kendeng.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat adanya dua sesar aktif yang melintasi wilayah Pati.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan dua sesar tersebut adalah Sesar Naik Pati (Pati Thrust) dan Sesar Kendeng.
Sesar Pati ini memanjang dari Kabupaten Pati sebelah selatan ke timur menuju Blora, Rembang hingga sebagian wilayah Jawa Timur.
Sesar ini membentang dari Kabupaten Pati dan Rembang, kemudian berlanjut ke arah barat laut menuju pantai utara Jawa.
”Wilayah cakupan kedua sesar ini cukup luas. Sesar Pati membentang dari Sukolilo hingga Tuban, Jawa Timur. Sementara Sesar Kendeng melintasi Grobogan sampai ke Jawa Timur,” kata Martinus.
Menurutnya, gempa yang disebabkan oleh kedua sesar ini tidak sekuat gempa di wilayah selatan Pulau Jawa.
”Beberapa kali gempa pernah terjadi di Kabupaten Pati, tapi dampaknya tidak signifikan dan tidak sampai menimbulkan kerusakan besar,” tambah Martinus.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pergerakan lempeng bumi di luar wilayah Pati, seperti di Selat Sunda, bisa tetap berdampak hingga ke wilayah Pati.
Oleh karena itu, BPBD Pati mengimbau masyarakat agar selalu waspada, mengingat dua sesar aktif tersebut berada dalam jarak yang berdekatan dan bisa menimbulkan potensi gempa kapan saja.
”Kewaspadaan terhadap gempa sangat penting karena dua sesar ini aktif dan bisa mempengaruhi kondisi wilayah kita,” tandasnya.
Dia juga memberitahukan tentang pernyataan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Banjarnegara.
Bahwasannya ada 13 sesar aktif yang memiliki potensi gempa di Jawa Tengah.
Sebanyak 13 sesar aktif tersebut seperti sesar Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Weleri, Semarang, Ungaran, Muria, Pati, Lasem, dan Grobogan.
Oleh karena itu, Martinus mengingatkan kepada masyarakat tentang potensi gempa yang ditimbulkan oleh sesar Pati.
Dirinya pun meminta masyarakat yang hidup di sekitar sesar aktif tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya di sekitar Pegunungan Kendeng. (adr)
Editor : Abdul Rochim