PATI, RADARPATI.ID - Jalan menuju Pulau Seprapat, Juwana ambles. Butuh waktu 45 hari untuk memperbaiki jalan retak itu.
Jalan menuju Pulau Seprapat mengalami ambles pada Kamis malam (29/8). Rusaknya disebabkan oleh normalisasi Sungai Silugonggo.
Pengerukan sungai tersebut membuat tanah di sekitar tembok penahan menjadi tidak stabil.
Selain itu, tambat kapal yang ada di tembok penahan juga menyebabkan dinding menjadi miring karena tertarik ke arah sungai.
Akibatnya, jalan tersebut mengalami retakan dan ambles sepanjang 65 meter dengan lebar 8 meter dan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
Saat ini, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menyampaikan bahwa perbaikan dinding corrugated concrete sheet pile (CCSP) yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Kegiatan pengaspalan jalan akan memakan waktu sekitar 45 hari.
”Dari pihak DPU Pati nanti diminta membantu pada saat proses pengaspalannya.
Belum termasuk perbaikan jalan. Kalau hanya pengaspalan tiga hari saja sudah selesai,” ucapnya.
Hasto menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pengaspalan, pihaknya akan melakukan pengurukan terlebih dahulu pada jalan yang ambles.
Pada Jumat, 30 Agustus 2024, BBWS telah mulai membongkar dinding CCSP yang miring.
Setelah pembongkaran, CCSP yang miring akan diluruskan satu per satu.
Selanjutnya, akan dilakukan penggantian urugan tanah dengan tanah pilihan, pembangunan fondasi jalan yang baru, serta perkuatan tanah badan jalan menggunakan trucuk bambu.
”Sedang dilakukan perbaikan tembok penahannya oleh BBWS. Nanti kalau tembok penahan sudah diperbaiki akan dilakukan galian badan jalan yang ambles dan diganti urugan baru dan perkuatan trucuk bambu,” ujarnya.
Sebelumnya, jalan menuju area tambat kapal ditutup untuk umum.
Aktivitas warga yang biasanya menuju tambak ikan juga dialihkan sementara waktu.
Kendaraan roda empat dilarang melintas karena kondisi jalan yang amblas.
Amblasnya jalan tersebut mengakibatkan jalan sepanjang sekitar 50 meter menjadi miring ke arah Sungai Juwana, mengingat letaknya yang bersebelahan dengan sungai.
Terlihat juga adanya retakan di kedua sisi jalan.
Selain itu, tiang listrik di lokasi tampak miring hingga 45 derajat.
Untuk menghindari bahaya, garis pengaman telah dipasang agar masyarakat dan kendaraan tidak melewati area tersebut.
Wati, seorang warga setempat, menyatakan bahwa amblasnya jalan terjadi pada malam Rabu (28/8).
Dia awalnya mengira ada gempa, namun setelah diperiksa ternyata jalan mengalami amblas. "Kejadiannya semalam mirip seperti gempa, tapi ternyata jalannya amblas," ujar Wati.
Camat Juwana, Sunaryo, menjelaskan bahwa amblasnya jalan diduga akibat kegiatan normalisasi Sungai Juwana.
Pengerukan yang dilakukan menyebabkan pergeseran pada bagian bawah jalan yang berada di sebelah sungai, sehingga jalan menjadi miring sekitar 25 derajat dan tiang listrik miring 45 derajat.
Jalan tersebut ditutup sementara dan masyarakat yang menuju tambak atau tambat kapal diarahkan ke jalur alternatif.
Sunaryo juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk penanganan masalah ini.
"Kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR, mereka akan segera datang ke Juwana. Penanganan ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak," jelasnya. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim