PATI, RADARPATI.ID - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 akan melaksanakan pelantikan pada 3 Agustus di Semarang.
Acara pelantikan ini rencananya akan berlangsung di kompleks Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang dan dipimpin langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Diperkirakan sekitar 2.300 tamu undangan akan hadir dalam acara tersebut. Beberapa tamu penting yang diundang antara lain Ketua Umum dan Sekjen PBNU, Pj Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kajati Jawa Tengah, para rektor perguruan tinggi di Jawa Tengah, pengasuh pondok pesantren, 36 pengurus PCNU se-Jawa Tengah, sekitar 400 pengurus MWC se-Jawa Tengah, pengurus ranting se-Kota Semarang, serta pimpinan partai politik di Jawa Tengah.
Menjelang pelantikan, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan tekadnya untuk fokus pada pemberdayaan warga Nahdliyin di Jawa Tengah.
PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 ini telah ditetapkan pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XVI NU di Kota Pekalongan pada Maret 2024.
Konferwil tersebut menetapkan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin sebagai ketua tanfidziyah PWNU Jawa Tengah dan KH Ubaidillah Shodaqoh sebagai Rais PWNU Jawa Tengah.
Profil Gus Rozin
Gus Rozin, yang kini menjadi Ketua PWNU Jawa Tengah, adalah pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati.
Ia merupakan putra dari KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal, dua tokoh penting dalam dunia pesantren dan NU.
KH MA Sahal Mahfudh pernah menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU masa khidmah 1999-2014 dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2000-2014, sementara Nyai Nafisah pernah menjadi Mustasyar PBNU masa khidmah 2022-2027 dan memimpin Muslimat NU Jawa Tengah selama dua periode (1993-2005).
Lahir pada 31 Juli 1976, Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, di bawah didikan langsung Kiai Sahal dan Nyai Nafisah.
Ia menyelesaikan studi di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen dan melanjutkan pendidikan tinggi di Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah Jakarta, dan Monash University Australia, di mana ia meraih gelar M.Ed (Master of Education) pada 2004. Pada 2023, Gus Rozin menyelesaikan studi doktoralnya (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Kiprah dan Pemikiran Gus Rozin
Sejak muda, Gus Rozin aktif di berbagai organisasi dan lembaga NU. Pada 1998-2001, ia menjadi salah satu Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan kemudian menjadi pengurus Departemen Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) pada 2000-2004.
Di tahun 2010-2013, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PBNU dan kemudian menjadi Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah pada 2013-2015.
Pada kepengurusan PBNU masa khidmah 2022-2027, Gus Rozin menjadi Katib Syuriyah.
Gus Rozin dikenal dengan berbagai pemikirannya, di antaranya tentang kemandirian pesantren, integrasi pesantren dan perguruan tinggi, serta pentingnya riset.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi dan peran aktif pemerintah dalam mengembangkan pesantren.
Khidmah kepada Negara
Selain berkhidmah kepada NU, Gus Rozin juga pernah menjabat beberapa posisi penting, seperti Anggota Dewan Ketahanan Pangan Nasional (2017-2020), Staf Khusus Presiden RI bidang Keagamaan Dalam Negeri (2017-2019), Anggota Tim Komunikasi Sosial Kementerian Sekretariat Negara RI (2019), Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat (2020-sekarang), Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (2021-sekarang), Dewan Pengarah Badan Arbitrase Syariah Nasional (2021-sekarang), dan Ketua Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia (2022-sekarang).
Dalam perjalanannya, Gus Rozin telah melakukan berbagai terobosan, seperti menjadi promotor Gerakan Nasional Ayo Mondok, terlibat dalam advokasi lahirnya Hari Santri dan UU Pesantren, serta mengembangkan program Peningkatan Kualitas Kebersihan dan Kesehatan Pesantren melalui gerakan Pesantrenku Bersih, Pesantrenku Keren.
Kini, Gus Rozin telah terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029, siap mengemban amanah dengan fokus pada pemberdayaan warga Nahdliyin di Jawa Tengah. (*/him)
Editor : Abdul Rochim