PATI, RADARPATI.ID – Musim kemarau pada bulan ini membuat volume air di Waduk Gembong turun drastis hingga jutaan meter kubik. Saat ini, tersisa 6,7 juta meter kubik. Menyusut 2,8 juta meter kubik.
”Saat ini kondisi air di waduk menyusut, karena musim kemarau. Kalau kapasitas penuh volume air bisa sampai 9,5 juta meter kubik.
Namun saat ini, berada di angka 6,7 juta meter kubik. Artinya, ada penyusutan 2,8 juta meter kubik,” ungkap Operator Waduk Gembong Kasmadi.
Kasmadi menjelaskan, penurunan volume air ini, disebabkan banyaknya permintaan pengairan lahan pertanian, karena musim kemarau.
Misalnya untuk wilayah Kecamatan Wedarijaksa. Debit air yang dialirkan ke sana dari Waduk Gembong mencapai 1.200 meter kubik per detik.
Sementara itu, dengan volume tersedia 6,7 juta meter kubik, Kasmadi menilai, Waduk Gembong diperkirakan masih mampu mencukupi pemenuhan kebutuhan pengairan sawah hingga 57 hari ke depan.
Diketahui, waduk peninggalan Belanda ini, diperuntukkan mengairi area persawahan di lima kecamatan.
Meliputi, Kecamatan Gembong, Pati Kota, Wedarijaksa, Tlogowungu, dan Margorejo.
Kasmadi menambahkan, meski saat kemarau tahun ini volume air menyusut cukup besar, tingkat penyusutan tahun lalu lebih signifikan.
Tahun lalu volume air yang tersisa kurang dari 5 juta meter kubik pada Juli. Hal ini dikarenakan pada tahun lalu kemarau lebih kering. Sedangkan kemarau tahun ini masih ada turun hujan beberapa kali. (aua/lin/ade)
Editor : Alfian Dani