PATI, RADARPATI.ID - Pihak keluarga Burhanis (BH) pengusaha rental asal Jakarta Pusat meminta kepolisian mengusut tuntas kasus.
Sebab, BH menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal.
Adik ipar Burhanis, Hariyanto menyatakan, pihak keluarga meminta aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dalam kasus itu. Supaya ada keadilan yang ditegakkan.
”Yang menganiaya kakak kami jelas terlihat di video yang beredar. Maka kami menuntut kepolisian mengusut tuntas siapa saja yang terlibat,” imbuhnya.
Tak hanya yang membunuh kakaknya saja yang dihukum. Pelaku pembakaran mobil juga ingin pihak keluarga diusut.
”Sigra yang dikendarai dari jakarta juga sampai dibakar. Di viedo yang membakar juga telrihat jelas,” paparnya.
Dia menambahkan, alasan kakak iparnya itu ke Kota Mina Tani memang mau mengambil mobil rental.
Kedatangannya ini mau memastikan mobilnya. Sebab, penyewa sudah tak bisa dihubungi lagi.
Menuju Pati karena GPS yang ada di mobil rental itu menunjukkan lokasi di daerah Sukolilo. Sehingga pihak rental mengkroscek ke sana.
”Yang merental sudah tak bisa dihubungi. Koordinasi GPS ada di Pati. Kemudian berangkat untuk mengambil,” paparnya.
Latarbelakang BH ini diungkapkan oleh sang adik ipar. Korban ini sudah menjalankan bisnis rental sudah puluhan tahun di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakpus.
”Usaha rentalnya sudah lama. Kalau tidak salah sejak 2010,” tuturnya.
Di samping itu, pihak keluarga sudah memakamkan Burhanis.
Pada Sabtu (8/6) dini hari dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren Baitul Ulya, Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Majalaya, Kabupaten Karawang.
Sebelumnya, dia menjemput jasad kakak iparnya ke Pati pada Jumat (7/6) dini hari. Itu setelah pada Kamis malam dihubungi oleh pihak Polresta Pati.
”Kamis malam keluarga yang dihubungi pertama kali adalah istri almarhum. Pihak kepolisian mengabarkan, kakak ipar saya meninggal dunia dan keluarga diminta segera hadir ke Pati.
Itu kurang lebih 23.30 malam. Karena kakak perempuan, tinggalnya di Jakarta, maka kami adik-adiknya di Karawang yang jemput,” ujar Hari.
Jumat dini hari, dia berangkat menuju Polresta Pati. Di situlah pihaknya baru tahu bahwa ternyata kakak iparnya meninggal akibat dipukuli secara brutal oleh warga di Sumbersoko.
”Kami lalu menandatangani surat persetujuan autopsi dan mengunggu proses selesai.
Waktu itu kami hanya berharap secepatnya jenazah bisa keluar dari rumah sakit dan segera kami bawa pulang untuk dimakamkan,” ujarnya.
Proses autopsi rampung pada sore hari. Kemudian, selepas magrib jenazah diberangkatkan ke Karawang untuk dimakamkan.
Sampai Karawang Sabtu (8/6) sekira pukul 01.30, jasad langsung dikebumikan setengah jam kemudian.
Di sisi lain, pihak kepolisian masih mendalami perkara ini. Sementara ini dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasatreskrim Polresta Pati Kompol M. Alfal Armin menambahkan, pihaknya saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
Timnya, sdang melakukan pengembangan kemungkinan ada pelaku-pelaku lain.
”Kami sudah melakukan penyelidikan. Petugas kepolisian mengamankan dua warga Desa Sumbersoko terkait kasus itu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Burhanis bersama ketiga orang rekannya mendatangi Desa Sumbersoko, Sukolilo.
Kedatangan mereka untuk mengambil mobil rental yang belum dikembalikan oleh penyewanya.
Nahas, Burhanis yang membawa mobil tersebut dengan kunci cadangan justru diteriaki maling oleh warga.
Dia dan ketiga rekannya pun dihajar oleh warga secara beramai-ramai.
Akhirnya, Burhanis tewas. Sementara, ketiga rekannya saat ini masih dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati karena mengalami luka di sekujur tubuh. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim