PATI, RADARPATI.ID - Masjid Baiturrohim Gambiran terletak di Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.
Meskipun terlihat seperti masjid biasa di tengah perkampungan, namun masjid ini memiliki nilai historis tinggi.
Konon masjid ini adalah masjid tertua di Pati, yang mendirikan masjid ini adalah murid Sunan Muria yang dikenal dengan sebutan Mbah Cungkrung.
Diperkirakan masjid ini dibangun pada tahun 1600-an masehi.
“Pertama kali dibangun abad ke-16, dibangun oleh Mbah Cungkrung tokoh penyebar Islam yang merupakan murid Sunan Muria,” kata Amal Hamzah, humas dari Masjid Baiturrohim Gambiran.
Masjid Gambiran memiliki arsitektur kuno seperti masjid-masjid pada umumnya di Jawa, dengan cirri khas atap limas bersusun seperti Masjid Agung Demak.
Struktur atap disangga oleh empat saka dari kayu. Memang bangunan asli masjid ini terbuat dari kayu, sebelum kemudian direnovasi menjadi tembok.
Penanda renovasi adalah sebuah prasasti bertuliskan aksara Arab Pegon yang terletak di atas pintu utama masjid.
Dalam prasasti tersebut, disebutkan bahwa Masjid Gambiran direnovasi pada 1885 oleh Bupati Pati pada waktu itu, yakni Adipati Aryo Condro Adinegoro.
Dia memegang kekuasaan di Pati antara tahun 1829-1895 M. Masjid ini direnovasi total.
Renovasi Masjid Gambiran dimulai pada 9 Oktober 1885 dan selesai pada 2 April 1886.
“Meskipun sudah direnovasi, saat ini masih banyak bagian-bagian masjid yang merupakan peninggalan lama saat direnovas oleh Bupati. Seperti empat tiang kayu di dalam masjid masih asli. Bentuknya agak melengkung karena ini memang kontruksinya seperti itu. Selain itu masih ada 8 buah jendela kayu juga masih asli. Mimbar juga masih asli ada ukiran-ukiran khas tapi belum diketahui apakah ini peninggalan saat masjid pertama dibangun atau pada saat direnovasi,” jelas pensiunan guru sejarah di SMAN 1 Pati ini. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab