PATI, RADARPATI.ID - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pati semakin meluas. Hal ini seperti yang terjadi di Dukuh Poncomulyo Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo.
Sebelumnya dilaporkan hanya ada tiga rumah yang tergenang banjir.
Puluhan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan terendam banjir sejak Selasa (12/3) atau awal puasa tahun ini.
"Total ada 56 rumah warga yang terendam dengan 188 jiwa yang terdampak. Kalau lahan pertanian sekitar seratusan hektare, tanaman padi dan melon siap panen terancam gagal. Kerugian bisa sampai Rp 10 miliar lebih," ungkap Kepala Desa Gadudero Agus Yulianto kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Banjir ini diperkirakan lebih besar dari yang terjadi tahun 2023 lalu. Banjir ini menyebabkan akses masyarakat tersendat.
Karena jalan di beberapa titik terendam air. Ketinggian air rata-rata 50 centimeter.
"Kalau yang dievakuasi belum ada. Masyarakat yang rumahnya terendam mengungsi di rumah keluarganya yang belum terendam," imbuhnya.
Banjir di Poncomulyo Gadudero diakibatkan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, hal ini diperparah dengan kondisi saluran air yang tidak baik.
Dimana Sungai Juwana yang melintasi wilayah desa ini mengalami sedimentasi.
"Saat ini yang menjadi perhatian adalah kondisi kesehatan masyarakat, disamping itu juga membutuhkan bantuan sembako," imbuhnya.
Selain banjir di Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo juga semakin meluas. Berdasarkan laporan situasi dari BPBD Kabupaten Pati di Dukuh Pengging Desa Kasiyan sebelumnya banjir menggenangi 2 rumah saat ini sudah ada 19 rumah lebih yang terendam.
Di Kecamatan Sukolilo ada 3 desa yang dilaporkan terendam banjir. Satu desa lainnya adalah Desa Wotan.
Sementara di Desa Baleadi, dan Baturejo baru lahan pertanian yang terendam banjir. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab