Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sulit Didapat, Harga LPG Melon di Pati Tembus Rp 30 Ribu

Andre Faidhil Falah • Rabu, 6 Maret 2024 | 16:24 WIB
LANGKA: Gas Melon kosong menumpuk di salah satu toko di daerah Wedarijaksa kemarin.
LANGKA: Gas Melon kosong menumpuk di salah satu toko di daerah Wedarijaksa kemarin.

PATI, RADARPATI.ID - Masyarakat Kabupaten Pati mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon.

Selama dua hari ini terjadi kelangkaan elpiji subsidi itu. Selain langka harga gas itu tembus Rp 30 ribu.

Salah satu warga di Kecamatan Gembong Erna mengaku dua hari ini dirinya kesulitan mencari gas melon.

”Aku kawit wingi golek angel, Mas. Di Gembong sulit mendapat gas melon,” terang warga Gembong, Erna.

Menurutnya, sulitnya gas melon itu karena ada pembatasan dari pemerintah. Akibatnya, terjadi kelangkaan gas melon.

”Sekarang mau beli gas dibatasi. Kalau mau beli bawa KTP juga,” paparnya.

Salah satu pelaku UMKM di Pati Hartini berpendapat, kebijakan pemerintah itu menyulitkan.

Selain itu, kuota untuk membeli gas subsidi itu juga terbilang langka. Masyarakat kerap menjumpai toko gas melon ini tak ada stok gasnya.

”Kadang stoknya ada. Terkadang tidak ada,” imbuhnya.

Isak, warga lain juga mengeluhkan hal yang sama. Warga Pati Kota itu mengeluhkan sulitnya mencari gas melon.

”Di daerah Kayen mencari elpiji juga sulit. Sebenarnya gas itu buat apa? Kok sulit sekali,” tuturnya.

”Informasinya kalau tak bawa KTP tak dilayani. Tahun lalu kan numpuk KTP untuk pendataan,” lanjutnya.

Kelangkaan ini mengakibatkan harga gas melon melambung tinggi. Seharusnya gas yang harganya Rp 15 ribuan itu kini melonjak hingga Rp 30 ribuan.

”Gas memang lagi langka. Harganya mahal. Ada yang Rp 28 ribu. Juga ada yang Rp 30 ribuan,” terangnya.

Di samping itu, salah satu toko di Pati juga mengeluhkan sulitnya gas melon itu. Dalam sehari, toko biasanya mendapat kisaran lima buah gas melon saja.

”Sulit ini gas melon, Mas. Sehari kadang cuma dapat lima saja. Itu lima menit sudah habis,” terang salah satu pemilik toko di Pati, Lastri.

Ketika dikonfirmasi, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati menyatakan, kelangkaan gas melon ini bukan dikarenakan adanya pembatasan. Melainkan peningkatan konsumsi masyarakat.

”Sepertinya tidak (langka elpiji karena dampak pembatasan, Red). Belum ada pembatasan yang diberlakukan secara tegas.

Mungkin karena peningkatan konsumsi dampak dari peningkatan kegiatan masyarakat,” terang Kepala Disperindag Pati Hadi Santosa.

Di samping itu, mengenai harga gas ini ada harga eceran tertingginya (HET).

Lanjut Hadi, untuk gas 3 kilogram (Kg) harganya Rp 15.500, 5,5 Kg seharga Rp 105 ribu, 12 Kg harganya Rp 210 ribu.

”Pantauan kami harga di pasaran ini Rp 17 ribuan,” pungkasnya. (adr/zen/ade)

 

Usulan Tambahan Tak Jelas

TAHUN ini Pemkab Pati mengusulkan kuota gas elpiji sebanyak 43.804 metrik ton (MT).

Hal itu salah satunya mengatasi kelangkaan gas tersebut.

Meski begitu, diterima atau tidaknya usulan tersebut belum ada informasi lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pati jumlah usulan kuota gas LPG tahun 2024 tercatat sekitar 43.804 MT.

Dalam usulan tersebut, kuota untuk rumah tangga sebesar 34 ribuan, konsumsi usaha mikro 7,5 ribuan, nelayan 235, dan petani 144.

Usulan tersebut lebih banyak ketimbang tahun lalu. Dimana tahun lalu, pemerintah setempat mengusulkan kuota elpiji sebanyak 42.804 MT.

Gas tersebut diperuntukkan untuk 20-an agen LPG 3 Kg. Kemudian pangkalannya ada 1.963.

Meski begitu, usulan kuota itu belum mendapat informasi pasti apakah disetujui atau tidak. Lanjut Hadi, pihaknya masih menunggu.

”Kami sudah mengusulkan penambahan gas melon. Tapi ini belum ada pemberitahuan persetujuan dari usulan tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat membatasi adanya pembelian subsidi gas melon itu. Hal itu dalam rangka subsidi tepat sasaran.

Subsidi gas tersebut dibatasi untuk pembeliannya. Pada warga kurang mampu dan pelaku usaha.

Yakni sehari hanya mendapat jatah pembelian satu per NIK.

Hal itu juga sesuai dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 37 tahun 2023.

”Pembelian gas lpg 2 kg ini harus menggunakan KTP. Hal itu menindaklanjuti pendataan yang sebelumnya kami lakukan,” imbuhnya.(adr/zen/ade)

Tentang Subsidi Gas Melon
Kuota Tahun Ini
38.505 MT

Tambahan Usulan
Tahun Ini
43.804 MT.


Tahun Lalu
42.804 MT.


Peruntukan Penggunan Elpiji Berdasarkan Usulan
Rumah Tangga
34 ribuan


Usaha Mikro
7,5 ribuan


Nelayan
235


Petani
144

Kalkulasi Harian
Per-NIK mendapat satu gas sehari

Dasar Pembatasan
Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 37 tahun 2023.


Kondisi Saat Ini
Terjadi kelangkaan gas melon
Harga tembus Rp 30 ribu per tabung
Diolah dari Berbagai Sumber

Editor : Alfian Dani
#langka #pati #Kabupaten Pati #harga LPG 3 kg