RADAR PATI - Sosok Ali Badrudin dikenal dengan gaya bicara tegas dan penyampaian yang lugas.
Karakter itu kerap terlihat saat ia memimpin rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati maupun ketika memberikan arahan kepada jajaran kader PDI Perjuangan di tingkat cabang.
Pria asal Desa sekaligus Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, tersebut merupakan salah satu politikus senior di Bumi Mina Tani.
Saat ini, Ali Badrudin tidak hanya menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, tetapi juga mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Pati untuk kali ketiga.
Ali Badrudin dikenal sebagai kader murni partai berlambang banteng moncong putih. Perjalanan politiknya dimulai dari tingkat paling dasar.
Ia pertama kali aktif di PDI Perjuangan pada 2002 sebagai pengurus ranting di Desa Kayen.
Kariernya kemudian berlanjut pada 2013 dengan menjabat Wakil Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kayen.
Hingga akhirnya dipercaya mengemban posisi strategis di tingkat kabupaten.
“Saya memulai dari bawah, dari ranting. Lalu naik ke PAC di tingkat kecamatan, hingga akhirnya dipercaya menjadi pengurus di DPC,” ungkap Ali Badrudin kepada Jawa Pos Radar Pati.
Menurut Ali, terjun ke dunia politik praktis membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta komitmen yang kuat.
Konsistensi tersebut mengantarkannya terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Pati selama tiga periode berturut-turut.
Terakhir, ia kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Pati untuk masa bakti 2025–2030 dalam Konferensi Cabang PDIP se-Jawa Tengah yang digelar di Semarang, Minggu (28/12).
Di lembaga legislatif, Ali juga mencatatkan rekam jejak panjang. Ia menjabat Ketua DPRD Kabupaten Pati selama tiga periode, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Selama memimpin DPC PDIP Pati, Ali dinilai berhasil memperkuat konsolidasi partai. Hal itu tercermin dari hasil Pemilu Legislatif 2024, di mana perolehan kursi PDIP di DPRD Pati meningkat signifikan dari 10 menjadi 14 kursi.
Tak hanya di internal partai, Ali juga dikenal dekat dengan masyarakat.
Sebagai Ketua DPRD Pati, ia kerap menerima langsung audiensi warga yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari UMKM, desa, pertanian, hingga pendidikan.
Menurutnya, kedekatan dengan rakyat merupakan bagian dari tanggung jawab wakil rakyat sekaligus sejalan dengan nilai perjuangan PDI Perjuangan.
“Sebagai anggota dewan, kami berkewajiban mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itu yang terus kami dorong kepada pemerintah sesuai fungsi dan tugas kami,” ujarnya.
Ali menegaskan pintu DPRD selalu terbuka bagi masyarakat.
Hampir setiap bulan, kelompok warga datang untuk menyampaikan aspirasi dan berharap solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Audiensi menjadi ruang penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat dan mencari jalan keluar bersama eksekutif,” pungkasnya. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim