RADARPATI.JAWAPOS.COM - Persaingan perolehan medali Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, hingga Selasa (20/10/2026) masih didominasi China. Sementara itu, kontingen Indonesia bertahan di peringkat kesembilan dengan raihan satu medali emas, satu perak, dan sembilan perunggu.
China memimpin klasemen dengan total 62 medali, terdiri dari 26 emas, 20 perak, dan 16 perunggu. Cabang para-renang menjadi salah satu penyumbang utama keberhasilan Negeri Tirai Bambu dalam mengumpulkan medali.
Sejumlah atlet China turut mencatatkan prestasi gemilang, termasuk Yang Hong dan Li Ting yang masing-masing meraih dua medali emas. Di cabang para-anggar, atlet China seperti Zhong Saichun dan Gu Haiyan juga menyumbangkan prestasi melalui nomor foil.
Tuan rumah Jepang menempati posisi kedua dengan koleksi delapan emas, enam perak, dan 13 perunggu. Hasil tersebut didukung penampilan para atlet di cabang para-atletik, termasuk Kengo Oshima dan Kenya Karasawa yang meraih emas di nomor lintasan lari.
Uzbekistan berada di urutan ketiga dengan enam emas, 10 perak, dan tujuh perunggu. Salah satu kontribusi emas negara tersebut datang dari Kudratillokhon Marufkhujaev melalui nomor tolak peluru.
Persaingan di posisi empat dan lima juga berlangsung ketat. India menempati peringkat keempat dengan empat emas, lima perak, dan dua perunggu. Sebagian besar medali mereka berasal dari kategori emas dan perak, termasuk keberhasilan atlet lempar lembing Rinku dan Ajeet Singh yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua.
Kazakhstan mengikuti di peringkat kelima dengan tiga emas, lima perak, dan enam perunggu. Cabang para-powerlifting menjadi salah satu andalan mereka, dengan David Degtyarev turut menyumbangkan medali emas.
Baca Juga: KLASEMEN Asian Para Games 2026, Indonesia Posisi Berapa?
Korea Selatan berada di urutan keenam setelah mengumpulkan tiga emas, tiga perak, dan lima perunggu. Kim Jung Been dan Park Hyun Mi disebut menyumbangkan emas melalui nomor individual pursuit 4.000 meter para-balap sepeda, masing-masing di sektor putra dan putri.
Sementara itu, Iran menempati posisi ketujuh dengan tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Perenang Sina Zeyghaminejad menjadi salah satu atlet yang berkontribusi melalui nomor 100 meter gaya bebas.
Indonesia Bertahan di Peringkat Kesembilan
Di antara negara-negara Asia Tenggara, Thailand menempati posisi kedelapan dengan satu emas, tujuh perak, dan empat perunggu. Jumlah medali perak yang cukup besar membuat Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia.
Kontingen Merah Putih berada di peringkat kesembilan dengan total 11 medali, terdiri dari satu emas, satu perak, dan sembilan perunggu. Medali perunggu menjadi penyumbang terbesar bagi Indonesia dalam persaingan sejauh ini.
Emas pertama Indonesia dipersembahkan Maulana Rifky Yafianda dari cabang para-renang nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12. Adapun medali perak diraih Junaidi melalui cabang para-judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1.
Tambahan perunggu datang dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti atlet Indonesia. Raihan tersebut menjaga posisi Merah Putih di sembilan besar klasemen sementara.
Mongolia melengkapi 10 besar dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Salah satu pencapaian penting negara tersebut adalah medali emas taekwondo yang diraih Ulambayar Surenjav.
Dengan kompetisi yang masih berlangsung, posisi klasemen berpotensi berubah seiring bertambahnya hasil pertandingan dan perolehan medali dari masing-masing negara.
Catatan: Data yang diberikan mencatat Indonesia mengoleksi sembilan medali perunggu per 20 Oktober 2026, berbeda dari pembaruan sebelumnya yang mencatat delapan perunggu. Perolehan medali dalam artikel ini mengikuti data terbaru yang Anda berikan. (*)
Editor : Zakarias Fariury