
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kontingen Indonesia berhasil melampaui target awal tujuh medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Hingga Rabu (21/10/2026), Merah Putih telah mengoleksi delapan emas, delapan perak, dan 22 perunggu dengan total 38 medali.
Berdasarkan pembaruan klasemen sementara hingga Kamis (22/10) pukul 07.00 WIB, Indonesia berada di peringkat kesembilan. Tambahan empat emas pada hari ketiga kompetisi menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
Empat medali emas itu dipersembahkan oleh tiga atlet boccia, yakni Handayani, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha, serta atlet para atletik Karisma Evi Tiarani. Boccia menjadi cabang olahraga yang menyumbang emas terbanyak bagi Indonesia pada Rabu.
Handayani meraih gelar juara nomor individual putri BC1 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Angline Melissa, dengan skor 5-4. Dalam pertandingan tersebut, Handayani sempat tertinggal sebelum mampu membalikkan keadaan.
Gischa Zayana menyusul dengan kemenangan di nomor individual putri BC2. Ia menundukkan atlet Hong Kong, China, Hiu Lam Yeung, melalui pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 6-5.
Sementara itu, Felix Ardi Yudha memastikan emas dari nomor individual putra BC2. Felix mengatasi perlawanan atlet Thailand, Phakphum Linchum, dengan skor 5-3 setelah sempat tertinggal pada awal pertandingan. Hasil ini sekaligus mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada Asian Para Games 2022.
Karisma Evi Tiarani Sumbang Emas dari Para Atletik
Medali emas keempat Indonesia pada Rabu datang dari Karisma Evi Tiarani. Ia menjadi yang tercepat dalam nomor lari 100 meter putri T63 di Nagoya City Mizuho Athletic Stadium dengan catatan waktu 14,59 detik.
Karisma mengungguli dua atlet tuan rumah Jepang, Tomomi Tozawa dan Kaeda Maegawa, yang masing-masing meraih medali perak dan perunggu.
Tambahan emas tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia dalam klasemen sementara. Sebelum meraih empat emas pada hari ketiga, kontingen Merah Putih telah mengumpulkan empat emas dari cabang para renang, para atletik, dan para balap sepeda.
Maulana Rifky Yavianda menyumbangkan dua emas melalui nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12. Dari cabang para atletik, I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas lempar cakram putra F57 sekaligus mencatatkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 49,75 meter.

