JAKARTA - Final AFC Futsal 2026 sejak awal langsung menghadirkan drama berlapis. Iran lebih dulu membuka keunggulan pada menit ketiga melalui Hosein Tayebi yang memanfaatkan celah kecil di area pertahanan Indonesia.
Timnas Futsal Indonesia tak butuh waktu lama untuk bangkit. Reza Gunawan menyamakan skor pada menit ketujuh. Momentum kemudian sepenuhnya berbalik ketika Israr Megantara mencetak dua gol beruntun di menit kedelapan dan kesembilan. Indonesia unggul 3-1 dan Indonesia Arena bergemuruh.
Iran mendapat peluang emas lewat penalti, tetapi Ahmad Habibie tampil heroik dengan menepis eksekusi lawan. Tak lama kemudian, Iran sempat mencetak gol, namun dianulir VAR karena bola lebih dulu keluar lapangan dalam proses serangan.
Menjelang akhir babak pertama, Iran akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui skema indirect free kick. Skor berubah menjadi 3-2, sekaligus menutup 20 menit pertama dengan keunggulan tipis bagi Indonesia.
Babak Kedua: Ketegangan Tanpa Henti
Memasuki babak kedua, Iran meningkatkan intensitas permainan. Tekanan datang bertubi-tubi dan memaksa Indonesia beberapa kali melakukan pelanggaran di area berbahaya.
Pada menit ke-23, Said Ahmad Abbasi mengeksekusi tendangan bebas dengan sepakan mendatar yang menembus pagar hidup. Skor kembali imbang 3-3 dan momentum kembali terbuka.
Namun Indonesia kembali menunjukkan karakter kuat.
Samuel Eko Bangkitkan Indonesia Arena
Tak sampai dua menit berselang, Samuel Eko mencetak gol krusial. Menerima bola di sisi kanan, ia melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Iran, Bagher Mohammadi.
Gol tersebut membawa Indonesia kembali unggul 4-3 dan membuat Indonesia Arena bergetar. Sorak suporter membuncah, sementara tekanan berpindah sepenuhnya ke kubu Iran.
Gol Kiper Iran di Tiga Menit Akhir
Drama belum berakhir.
Memasuki tiga menit terakhir pertandingan, Iran mengambil risiko besar dengan menerapkan power play. Kiper Iran, Bagher Mohammadi, ikut naik membantu serangan.
Keputusan berani itu berbuah hasil. Mohammadi melepaskan sepakan keras kaki kiri dari luar area yang meluncur deras ke gawang Indonesia. Bola tak mampu dibendung dan skor berubah menjadi 4-4.
Gol tersebut membuat Indonesia Arena terdiam sejenak sebelum kembali bergemuruh. Final benar-benar berubah menjadi duel mental dan keberanian hingga detik terakhir.
Final yang Menolak Patuh pada Statistik
Skor imbang 4-4 menegaskan bahwa laga ini bukan tentang sejarah 13 gelar Iran, melainkan tentang ketahanan emosi dan keberanian mengambil risiko.
Indonesia tampil tanpa inferioritas. Mereka berani menekan, berani menyerang, dan mampu bangkit setiap kali terpukul.
Kontribusi kolektif menjadi kunci: penyelamatan krusial Ahmad Habibie, dua gol Israr Megantara, pemantik semangat Reza Gunawan, hingga gol penting Samuel Eko.
Final AFC Futsal 2026 pun menjelma menjadi pertarungan mental tingkat tertinggi. Garuda tidak lagi sekadar penantang—mereka telah berdiri sejajar di panggung elit futsal Asia.
Dan dengan skor 4-4, sejarah benar-benar menunggu siapa yang paling berani menjemputnya.
Editor : Abdul Rochim