BMKG Tiba-Tiba Ingatkan Lagi Siaga Megathrust, Kenapa?

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:12 WIB
Peta Zona Megathrust
Peta Zona Megathrust

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dari zona megathrust.

Lewat unggahan resmi di Instagram (@/InfoBMKG), lembaga tersebut meluruskan bahwa frasa "tinggal menunggu waktu" bukanlah bentuk ramalan kejadian, melainkan pernyataan ilmiah terkait akumulasi energi yang tersimpan di wilayah kekosongan gempa (seismic gap).

Baca Juga: Tinggal Tunggu Waktu, Megathrust Selat Sunda M8,9. Ini Kata BMKG

Indonesia tercatat dikepung 13 zona megathrust yang membentang dari barat Sumatra hingga Papua. Beberapa segmen di antaranya tercatat sudah sangat lama tidak melepaskan energi besar, seperti segmen Selat Sunda (sejak 1757) serta Mentawai-Siberut (sejak 1797).

Pemetaan Zona dan Proyeksi Dampak Simulasi

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PUSGEN) serta kajian pakar kebencanaan, berikut estimasi magnitudo maksimum dan proyeksi dampak jika pelepasan energi terjadi:

Potensi Magnitudo Maksimum

Segmen Aceh-Andaman berpotensi hingga M9,2; Nias-Simeulue (M8,7); Mentawai-Siberut (M8,9); Enggano (M8,4); Selat Sunda (M8,7); Selatan Jawa (M8,8); serta Papua (M8,7).

Baca Juga: WASPADA! BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9

Estimasi Tsunami Banten & Lampung

Peneliti Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengkalkulasi gelombang tsunami di pesisir Banten dapat mencapai ketinggian 4–8 meter, sementara kawasan Lampung berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi.

Proyeksi Menuju Jakarta

Jika gempa terpusat di wilayah Pangandaran atau Selat Sunda, gelombang tsunami diproyeksikan menjalar hingga pesisir Jakarta dengan ketinggian 1–1,8 meter dan estimasi waktu tiba sekitar 2,5 jam usai guncangan.

Aktivitas Seismik DIY

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyoroti tingginya aktivitas tektonik di selatan Jawa. Dalam dekade terakhir, wilayah Yogyakarta mencatat 114 kejadian gempa berdaya M>5. Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) sendiri telah dirancang khusus sebagai struktur bangunan tahan megathrust dan tsunami.

Teknologi Peringatan Dini dan Edukasi Mitigasi

Mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa penekanan isu megathrust bertujuan untuk mengakselerasi tindakan mitigasi nyata di lapangan, bukan memicu kepanikan publik.

Sistem INA-EEWS: BMKG mengembangkan sistem peringatan dini gempa (Indonesia Early Warning System) yang mengintegrasikan 222 sensor guna memberikan sinyal peringatan hingga 20 detik sebelum guncangan utama merambat.

Respons Darurat Mandiri: Apabila posisi pengendara atau warga berada terlalu dekat dengan pusat gempa, waktu jeda peringatan tidak cukup untuk menghindari guncangan. Masyarakat diimbau langsung menerapkan teknik Drop, Cover, and Hold On tanpa menunggu instruksi.

Program Kesiapsiagaan: BMKG terus memperluas edukasi publik melalui Masyarakat Siaga Tsunami dan BMKG Goes To School yang telah menjangkau ribuan pelajar serta meresmikan enam desa tangguh tsunami di DIY berstandar UNESCO. (*)

Editor : Zakarias Fariury
zona megathrust sesar aktif peta gempa indonesia bmkg megathrust