WASPADA! BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi gempa Megathrust segmen Sumatera dan Selatan Jawa.
Ilustrasi gempa Megathrust segmen Sumatera dan Selatan Jawa.

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi maraknya kekhawatiran publik terkait potensi gempa megathrust Selat Sunda ber-magnitudo maksimum 8,9.

BMKG menegaskan bahwa besaran potensi tersebut murni hasil pemodelan ilmiah, bukan prediksi bahaya yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Lagi Potensi Gempa Megathrust Selat Sunda M8,9

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau masyarakat agar tidak melabeli analisis potensi ini sebagai sebuah peringatan dini.

"Hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memprediksi gempa secara tepat, baik kapan, di mana, maupun berapa kekuatannya. Informasi potensi ini jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat," tegas Daryono.

Parameter Potensi & Hasil Simulasi Tsunami

Berdasarkan pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia, segmen Megathrust Jawa Bagian Barat memiliki panjang sekitar 670 kilometer dengan magnitudo maksimum M8,9.

Simulasi kebencanaan yang dirilis Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma, menggambarkan estimasi dampak jika skenario terburuk terjadi:

Baca Juga: Daftar 14 Zona Megathrust yang Intai Indonesia

Zona Selat Sunda (Banten & Lampung): Mengalami paparan risiko paling tinggi dengan perkiraan tinggi gelombang tsunami mencapai 3 hingga 15 meter.

Pesisir Selatan Jawa: Berpotensi diterjang gelombang hingga ketinggian 20 meter.

Pesisir Utara Jakarta: Tsunami diperkirakan tiba dalam waktu 2,5 jam usai guncangan, dengan estimasi tinggi gelombang 1 hingga 1,8 meter.

Guncangan di Jakarta: Intensitas guncangan diprediksi berada pada kisaran VI hingga VII MMI (Modified Mercalli Intensity), diperparah oleh karakteristik tanah aluvial yang dapat memicu amplifikasi getaran.

Prosedur Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Menanggapi potensi risiko di sepanjang pesisir Banten, Lampung, Jawa Barat, hingga Jakarta, BMKG dan BNPB meminta masyarakat untuk tetap tenang dan fokus pada langkah kesiapsiagaan:

Edukasi Evakuasi: Pahami jalur evakuasi dan kenali tanda alam tsunami (seperti guncangan kuat berdurasi lama).

Mitigasi Mandiri: Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi kebutuhan darurat keluarga.

Verifikasi Informasi: Tidak menyebarkan hoaks terkait prediksi tanggal atau jam terjadinya gempa, serta hanya memantau kanal resmi BMKG, BNPB, dan BPBD. (*)

Editor : Zakarias Fariury
zona megathrust sesar aktif peta gempa indonesia bmkg megathrust