RADARPATI.JAWAPOS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menggelar uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) untuk masyarakat mulai pekan depan.
Program tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kg atau tabung melon sekaligus menekan impor gas nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kesiapan pelaksanaan di lapangan tengah dipastikan. Sementara itu, pengujian keamanan tabung oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) disebut telah selesai.
Baca Juga: Emas Antam Anjlok Lagi, Harga 1 Gram Susut Rp 36.000
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan, tabung baru yang disebut Tabung Merah Putih akan diuji coba secara bertahap di sejumlah kota besar.
Harga CNG 3 Kg Dijamin Setara LPG
Salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah harga.
Pemerintah memastikan harga jual CNG 3 kg akan disetarakan dengan LPG 3 kg sehingga tidak menambah beban pengeluaran masyarakat.
Pemerintah menilai penggunaan CNG tetap memberikan keuntungan bagi negara karena pasokan gas alam berasal dari dalam negeri.
Saat ini kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun.
Sementara produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 1,8 hingga 1,9 juta ton.
Kekurangannya harus dipenuhi melalui impor. Dengan peralihan ke CNG, pemerintah memproyeksikan alokasi subsidi energi dapat ditekan hingga 30 persen.
CNG Diperkirakan Lebih Cepat Habis
Meski harga jualnya disamakan, terdapat perbedaan penting dalam penggunaan CNG dan LPG.
CNG merupakan gas alam yang dikompresi, sedangkan LPG merupakan gas yang dicairkan.
Perbedaan tersebut membuat jumlah energi yang dapat disimpan dalam tabung dengan ukuran fisik sama menjadi berbeda.
Dalam materi tersebut, tabung CNG berkapasitas volume 7,3 liter disebut hanya dapat menampung sekitar 1,1 hingga 1,2 kg gas.
Energi panas yang dihasilkan diperkirakan sekitar 14.000 hingga 15.000 kcal. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan LPG 3 kg yang mencapai sekitar 33.000 kcal.
Dengan kondisi tersebut, daya tahan CNG diperkirakan lebih pendek.
Jika satu tabung LPG 3 kg dapat digunakan selama sekitar tujuh hari, tabung CNG dengan ukuran fisik yang sama diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar tiga hari.
Artinya, masyarakat harus lebih sering melakukan pengisian ulang.
Tabung CNG Lebih Berat
Perbedaan lainnya terdapat pada konstruksi tabung.
CNG disimpan dalam tekanan sangat tinggi, yakni sekitar 200 hingga 250 bar. Tekanan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang berada di kisaran 5 hingga 8 bar.
Karena itu, tabung CNG membutuhkan konstruksi khusus berupa baja tebal tanpa sambungan atau material komposit untuk menjaga keamanan.
Konsekuensinya, bobot kosong tabung CNG diperkirakan mencapai 12 hingga 15 kg.
Ketika sudah terisi gas, berat keseluruhannya dapat mencapai sekitar 13 hingga 16 kg.
Angka tersebut jauh lebih berat dibandingkan tabung LPG 3 kg dalam kondisi terisi yang total bobotnya sekitar 8 kg.
Pemerintah Siapkan 100 Ribu Tabung dari China
Untuk tahap awal uji coba, pemerintah disebut akan mengimpor sekitar 100.000 unit Tabung Merah Putih dari China.
Tabung tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan uji coba sebelum penerapan lebih luas.
Penggunaan tabung bertekanan tinggi menjadi salah satu tantangan dalam transisi dari LPG ke CNG, terutama karena teknologi pembuatannya disebut belum tersedia di industri dalam negeri.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Peralihan dari LPG 3 kg ke CNG 3 kg akan membawa sejumlah perubahan bagi masyarakat.
Pertama, frekuensi pengisian ulang berpotensi meningkat karena energi yang dapat disimpan dalam satu tabung lebih sedikit.
Kedua, tabung CNG lebih berat sehingga masyarakat membutuhkan tenaga lebih saat membawa tabung dari pangkalan.
Ketiga, pola belanja gas dapat berubah. Jika perkiraan daya tahan sekitar tiga hari terealisasi, masyarakat harus lebih sering membeli atau mengisi ulang dibandingkan ketika menggunakan LPG 3 kg.
Dengan demikian, meski harga jual CNG 3 kg disebut akan disamakan dengan LPG 3 kg.
Masyarakat perlu beradaptasi dengan perbedaan kapasitas energi, frekuensi pengisian, dan bobot tabung. (*/him)