Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Iran Disebut Rusak 16 Lokasi Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Capai Rp 433 Triliun

Abdul Rochim • Minggu, 3 Mei 2026 | 12:23 WIB
Rudal Iran dipamerkan di Teheran pada 26 Maret 2026 di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. (Middle East Eye/JPcom)
Rudal Iran dipamerkan di Teheran pada 26 Maret 2026 di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. (Middle East Eye/JPcom)

WASHINGTON - Iran dilaporkan telah merusak sedikitnya 16 fasilitas militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di delapan negara Timur Tengah selama perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Laporan investigasi CNN menyebutkan, sejumlah fasilitas yang terdampak mencakup sebagian besar situs militer strategis AS di kawasan tersebut.

Informasi itu diperoleh dari seorang ajudan Kongres AS yang mengetahui langsung penilaian kerusakan di lapangan.

Menurut sumber tersebut, tingkat kerusakan di tiap lokasi sangat bervariasi.

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN dan PPPK Cair Juni 2026, Ini Besaran dan Syarat Penerimanya

Beberapa fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga nyaris tidak dapat digunakan.

Sementara lainnya masih dinilai layak diperbaiki karena memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan militer AS.

“Ada berbagai spektrum penilaian. Mulai dari sisi yang cukup dramatis, dengan seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan fasilitas-fasilitas ini masih layak diperbaiki karena manfaat strategisnya bagi AS,” ujar sumber tersebut.

Citra satelit menunjukkan bahwa sasaran utama serangan Iran meliputi sistem radar canggih milik AS, sistem komunikasi, hingga pesawat militer yang ditempatkan di berbagai pangkalan Timur Tengah.

Peralatan tersebut dinilai sangat vital karena memiliki nilai tinggi dan sulit digantikan dalam waktu singkat.

Sistem radar disebut sebagai salah satu aset paling mahal dan terbatas yang dimiliki AS di kawasan tersebut.

“Patut dicatat bahwa mereka benar-benar mengidentifikasi fasilitas-fasilitas tersebut sebagai target yang paling efisien untuk diserang,” kata ajudan Kongres tersebut.

Ia menambahkan, sistem radar AS menjadi salah satu sumber daya paling mahal dan paling terbatas di wilayah Timur Tengah.

Sehingga kerusakan pada fasilitas itu dinilai sangat signifikan terhadap kemampuan pertahanan regional.

Laporan CNN tersebut disusun berdasarkan analisis puluhan citra satelit serta wawancara dengan sejumlah narasumber di Amerika Serikat dan negara-negara Teluk Arab.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Pengawas Keuangan Pentagon Jules Hurst III mengungkapkan kepada anggota parlemen AS pada Rabu (29/4) bahwa konflik dengan Iran sejauh ini telah menelan biaya sebesar 25 miliar dolar AS.

Jika dikonversikan dengan kurs Rp 17.324 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 433 triliun yang harus ditanggung oleh para pembayar pajak di Amerika Serikat.

Konflik ini disebut menjadi salah satu beban keuangan terbesar bagi Pentagon dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperlihatkan tingginya eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. (*/him)



 
 
Editor : Abdul Rochim
#Iran vs Amerika Serikat #fasilitas militer AS rusak #perang Iran 2026 #Pentagon #konflik timur tengah