JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pati mengusulkan tambahan sarana pengairan guna menghadapi ancaman kekeringan di sektor pertanian.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Risma Ardhi Chandra dalam Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Dalam forum yang dihadiri kepala daerah se-Indonesia itu, Chandra mengajukan 379 titik pompanisasi serta pembangunan dan perbaikan irigasi teknis maupun irigasi tersier.
Baca Juga: GAGAL PANEN Akibat Banjir Pati 2023 : Bantuan Stimulan Puso Akhirnya Tuntas
“Kami usulkan 379 titik pompanisasi. Selain itu, kami juga mengajukan perbaikan dan pembangunan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian lebih optimal,” ujarnya.
Usulan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kekeringan dan berdampak luas terhadap produktivitas pertanian di wilayah Pati.
Chandra mengakui, kekeringan merupakan persoalan serius yang kerap dihadapi petani, sehingga dibutuhkan strategi jangka pendek dan menengah untuk menjaga ketersediaan air.
Ia menambahkan, untuk pembangunan bendungan masih dalam tahap penyusunan teknis dan direncanakan akan diajukan pada tahun mendatang.
“Untuk bendungan belum kami usulkan tahun ini karena masih tahap teknis. Insyaallah akan kami ajukan tahun depan,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap penguatan infrastruktur pengairan ini mampu menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kami berkomitmen memastikan petani tetap bisa berproduksi optimal. Ketersediaan air adalah kunci utama,” tegasnya.
Editor : Abdul Rochim