BMKG Ingatkan Sepekan Cuaca Ekstrem, Nusantara Siaga Banjir dan Longsor
Alfian Dani• Rabu, 17 September 2025 | 05:57 WIB
Tangkapan Layar Atmosfer Bergolak: Anomali Global hingga Lokal Memicu Hujan Lebat dan Angin Kencang
JAKARTA – Indonesia memasuki masa peralihan cuaca yang penuh ketidakpastian. Hujan deras dengan durasi singkat, disertai kilat dan angin kencang, diperkirakan akan mendominasi sebagian besar wilayah Tanah Air hingga sepekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, kondisi ini bisa memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, hingga longsor.
Atmosfer Labil, Langit Indonesia Gelisah
BMKG mengungkapkan, Dipole Mode Index (DMI) negatif ditambah suhu muka laut yang menghangat di perairan sekitar Nusantara memperkaya kandungan uap air.
Fenomena global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin juga masih aktif, memperbesar potensi terbentuknya awan hujan konvektif.
Citra satelit menunjukkan nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, menandakan pertumbuhan awan hujan yang masif.
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Selat Makassar dan Samudra Hindia timur Filipina memperkuat daerah konvergensi, pemicu utama hujan deras dan badai petir.
“Atmosfer kita sedang berada dalam kondisi rapuh. Faktor global, regional, hingga lokal bekerja bersamaan, menjadikan peluang hujan lebat semakin besar,” jelas BMKG.
Wilayah Rawan Terdampak
BMKG membagi prakiraan cuaca ekstrem ke dalam dua periode:
16 – 18 September 2025
Hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Sumatra Utara, Riau, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, NTB–NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Siaga hujan sangat lebat: Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Angin kencang: Aceh, Banten, Jawa Barat.
19 – 22 September 2025
Hujan sedang–lebat kembali berpotensi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Siaga hujan sangat lebat: Bengkulu, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Angin kencang: Jawa Barat.
Ancaman Hidrometeorologi
BMKG menekankan, kombinasi dinamika atmosfer ini rawan memicu banjir, banjir bandang, genangan, serta tanah longsor. Aktivitas harian masyarakat hingga transportasi berisiko terdampak.
Imbauan BMKG mencakup menjaga saluran drainase tetap bersih, menghindari pohon maupun bangunan rapuh saat hujan badai, serta memantau informasi resmi cuaca melalui situs dan aplikasi InfoBMKG.
“Waspada bukan berarti panik. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci meminimalisir dampak bencana,” tegas BMKG.
Langkah Kecil, Perlindungan Besar
BMKG juga mengingatkan, meski hujan deras mendominasi, cuaca terik masih mungkin terjadi.
Masyarakat diminta tetap menjaga daya tahan tubuh dengan hidrasi cukup dan perlindungan dari sinar matahari.
Dengan atmosfer yang sedang bergejolak, Indonesia dalam sepekan ke depan menghadapi risiko cuaca ekstrem yang tak bisa disepelekan.
Siaga, waspada, dan adaptif adalah sikap yang harus dipegang setiap warga Nusantara.