Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Menteri Desa dan Dirjen KKP Tinjau Budidaya Ikan Nila Salin di Pati

Achmad Ulil Albab • Jumat, 25 Juli 2025 | 00:40 WIB

 

 

 

Bupati Pati Sudewo bersama Menteri Desa dan Dirjen KKP menangkap ikan nila salin di area tambak di Tayu. (DISKOMINFO PATI)
Bupati Pati Sudewo bersama Menteri Desa dan Dirjen KKP menangkap ikan nila salin di area tambak di Tayu. (DISKOMINFO PATI)

 

PATI – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Haeru Rahayu, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pati, Kamis (24/7/2025).

Tujuannya adalah meninjau langsung potensi pengembangan ikan nila salin, komoditas yang kini menjadi andalan baru sektor perikanan daerah tersebut.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menyusul undangan dari Bupati Pati Sudewo.

Fokus utamanya adalah memperkuat sektor perikanan desa, menyelesaikan kendala teknis di lapangan, serta membuka peluang ekspor hasil perikanan air payau.

Menteri Yandri menyampaikan bahwa Kemendes PDT ingin memastikan desa-desa dengan potensi budidaya.

Seperti di Kabupaten Pati, dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru berbasis sektor perikanan.

"Kami melihat langsung berbagai persoalan di lapangan, mulai dari urusan pakan, distribusi hasil, sampai aspek teknis produksi. Semua sudah kami identifikasi dan akan kami carikan solusinya," ujar Yandri.

Ia juga menegaskan komitmen kementeriannya untuk menjajaki jalur ekspor ikan nila salin dari Pati ke berbagai negara tujuan, agar produksi yang melimpah tetap bernilai jual tinggi.

“Ini juga sejalan dengan program makan siang bergizi nasional yang membutuhkan pasokan ikan. Arahan Presiden Prabowo sangat jelas: kesejahteraan nelayan dan petani desa harus ditingkatkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Dr. Haeru Rahayu menyoroti tiga tantangan utama dalam pengembangan nila salin, yakni pakan, teknik budidaya, dan pemasaran.

“Terkait teknis budidaya, kami akan menyelenggarakan pelatihan pada 30 Juli. Salah satunya adalah pelatihan maskulinisasi ikan untuk meningkatkan hasil panen. Tim dari balai budidaya akan langsung diterjunkan ke Pati,” ujarnya.

Ia juga menanggapi persoalan mahalnya harga pakan komersial. Sebagai solusi, KKP akan membantu penyediaan pakan dari balai pemerintah melalui skema PNBP yang lebih terjangkau.

“Dengan kerja keras bersama, insya Allah dalam lima tahun ke depan, ikan nila salin asal Pati bisa tembus pasar ekspor ke Jeddah, Arab Saudi,” kata Haeru optimistis.

Sementara itu, Bupati Pati Sudewo menyebutkan bahwa wilayahnya memiliki lahan budidaya nila salin seluas 1.855 hektare—terluas di Jawa Tengah—dan masih dapat dikembangkan hingga 5.000 hektare lebih.

“Atas nama masyarakat Pati, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Dirjen atas dukungannya. Ini membawa harapan besar bagi pembudidaya ikan di daerah kami,” kata Sudewo.

Dengan dukungan langsung dari pemerintah pusat, Kabupaten Pati optimistis dapat menjadi sentra utama budidaya ikan nila salin berorientasi ekspor.

Selain memperkuat ekonomi desa, langkah ini juga diyakini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. (aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#Bupati Pati Sudewo #desa ekspor nila salin #potensi #ekspor #Desa Ekspor #Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal #dirjen kkp