Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Di Bekas Kantor Pemerintahan yang Mangkrak di Grobogan, Warga Lihat Sesosok Perempuan Berwajah Hancur dan Mbah Klomo

Sirojul Munir • Minggu, 24 November 2024 | 15:38 WIB

 

GEDUNG KOSONG: Bekas kantor BBWS Pemali Juana dibiarkan mangkrak kosong selama puluhan tahun tidak dihuni menjadikan tempat tersebut. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
GEDUNG KOSONG: Bekas kantor BBWS Pemali Juana dibiarkan mangkrak kosong selama puluhan tahun tidak dihuni menjadikan tempat tersebut. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

RADARPATI.ID - JIKA melintas di Jalan Purwodadi-Semarang tepatnya di Desa Ketitang, Kecamatan Godong, Grobogan ada bangunan kuno mangkrak tidak dihuni.

Bangunan tersebut dipenuhi rumput seluk belukar dan tidak terawat.

Beberapa cat mural juga menghiasi tembok tua. Genteng atap dibiarkan rusak dan tidak terawat.

Banyaknya rumput liar tumbuh menandakan bangunan sudah bangunan sudah tidak dihuni puluhan tahun.

Tempat bangunan dengan lima bangunan kantor dalam satu kompleks adalah bekas bangunan kantor BBWS Pemali Juana Jawa Tengah.

Kantor tersebut sudah ditutup dan tidak digunakan sejak tahun 1980 an. Sebab, lokasinya kantor pindah ke Kota Semarang.

Kantor BBWS Pemali Juana Jawa Tengah di Desa Ketitang ditinggalkan karena berakhirnya proyek pembangunan Waduk Kedungombo dengan dimiliki tiga wilayah Kabupaten.

Yakni meliputi Kabupaten Grobogan, Boyolali dan Sragen. Tidak dihuninya bekas kantor tersebut menjadikan lokasi itu jadi singup dan angker.

Kesaksian beberapa warga melihat ada sosok mahluk halus jadi penunggu daerah tersebut.

Salah satunya sosok perempuan dengan rambut panjang dengan wajah hancur. Ada juga sosok Pocong dengan dibalut kain putih semua.

”Orang sini sudah terbiasa dengan fenomena adanya mahluk perempuan ada rambut panjang dari belakang. Setelah dilihat wajahnya terlihat hancur,” kata Agung Tri Wibowo warga yang pernah tinggal di kompleks kantor BBWS Pemali Juana di Desa Ketitang, Kecamatan Godong.

Selain sosok perempuan dengan wajah rusak dan pocong.

Tempat tersebut juga ada sosok perempuan dengan separuh badan bentuk manusia dari perut ke atas.

Kemudian dari perut ke bawah dengan bentuk kaki kerbau.

Saat itu, dia menceritakan bersama dengan temannya sekampung sedang jaga ronda berkeliling kompleks.

Selanjutnya dia melihat perempuan duduk dipinggir jalan. Kemudian diberikan makanan agar dimakan.

Setelah keliling kompleks dan dilihat sosok perempuan masih duduk.

Ketika ditanya orangya berdiri dan melihat ada sosok setengah manusia dan bawahnya berkaki kerbau.

”Kami takut dan lari,” ujarnya.

Dikatakan, banyaknya sosok misterius ditempat tersebut karena dekat bangunan ada jalan raya Purwodadi – Semarang.

Jalan raya tersebut sering memakan korban kecelakaan dan mengakibatkan meninggal dunia di tempat. Sehingga banyak warga beranggapan arwahnya masih ada di sekitar.

Cerita lainya di tempat tersebut konon di bawah jembatan kecil depan kantor BBWS Pemali Juana dijadikan tempat persembunyian warga saat penjajahan belanda.

Ketika warga sedang melarikan diri dan bersembunyi di bawah jembatan diketahui penjajah Belanda.

Belasan warga disitu langsung ditembak mati di tempat.

”Cerita itu sudah ada turun temurun. Bagi warga penghuni sekitar bangunan sudah terbiasa.

Jika ada pendatang baru dan melewati bangunan atau jalan depan gedung akan dipetuki (bisa melihat),” aku dia.

Pengalaman lainya, saat masih menempati rumah sekitar bangunan tersebut.

Dia melihat sosok perempuan ketika datang malam akan keluar dari bangunan tua bekas Kantor BBWS Pemali Juana dengan jalan ngesot pergi ke pohon Kapuk besar di belakang rumahnya.

Setelah fajar menjelang pagi keluar dari pohon Kapuk dan masuk ke bangunan tua lagi.

”Warga sekitar ketika mempunyai hajat atau kegiatan acara di kampung. Mereka mendatangi Punden Mbah Klomo berada di belakang gedung kantor BBWS Pemali Juana dengan membawa ingkung. Mitosnya disini jika ingin acara lancar maka harus selamatan disitu jika tidak ada masalah nantinya,” terang dia.

Hal sama juga diungkapkan Sudartatik warga Desa Ketitang, Kecamatan Godong pemilik warung depan bangunan bekas kantor BBWS Pemali Juana.

Dia menceritakan sosok mahluk halus di tempat gedung kosong memang ada. Bahkan dia sering dibilangin warga kampung ketika sedang ronda melihat sosok pocong ada di atas warungya ketika ada pembangunan pabrik Cargill.

”Kata orang seperti itu Mas. Tetapi bagi warga sekitar sudah terbiasa. Warga pendatang jika menempati tempat sekitar juga akan dilihati juga,” kata dia.

Ketika ditanya tentang Punden Mbah Klomo. Dia mengaku, bahwa sekitar sudah mempercayai secara turun temurun jika ingin usaha lancar, hajat terpenuhi dan acara berjalan lancar.

Warga membawa ayam utuh dan jajan dibawa ke makam Mbah Moko.

Maka acara ya bisa lancar dan hajatnya bisa terkabul Warga biasanya melakukan ziara setiap malam Jumat.

”Ada cerita dari tetangga saya saat tanganya sakit dan berziarah di tempat Punden Mbah Klomo dan doanya dikabulkan. Tetapi dia lupa bahwa akan membawa bancaan ke Mbah Moko. Maka tetangga saya ditemui sosok ular dan berada di bawah bantal tempat tidurnya,” paparnya .

Setelah berceritanya kepadanya dia menyarankan agar bisa memenuhi nadar hajat dengan membawa ingkung ke punden Mbah Klomo.

Hajat itu, bisa dilaksanakan dan ular jadi-jadiaan dengan ukuran satu meter warna hitam tidak muncul lagi. (mun/him)

Editor : Abdul Rochim
#penampakan #BBWS Pemali Juana #semarang #Purwodadi