Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Permintaan Tinggi, Perusahaan Rokok di Kudus Malah Kesulitan Cari Karyawan, Begini Kondisinya

Abdul Rochim • Selasa, 2 Juli 2024 | 02:21 WIB

 

BUTUH PEKERJA: Sosialisasi tentang lowongan pekerjaan dan penempatan pekerja oleh Disanaker Perinkop dan UKM Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
BUTUH PEKERJA: Sosialisasi tentang lowongan pekerjaan dan penempatan pekerja oleh Disanaker Perinkop dan UKM Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KUDUS, RADARPATI.ID – Sejumlah perusahaan di Kudus mengaku sulit mendapatkan tenaga kerja.

Ini dilatarbelakangi para pencari kerja yang selektif atau pilih-pilih terhadap lowongan pekerjaan.

Selain pilih-pilih pekerjaan, para pekerja baru mempunyai mental yang tak kuat terhadap pekerjaan yang mereka geluti.

Ini terungkap saat sosialisasi tentang lowongan pekerjaan dan penempatan pekerja yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Kudus kemarin.

HRD PT Djarum Yohanes Ari mengatakan, saat ini perusahaan membutukan lowongan pekerja pembuat sigaret rokok tangan (SKT).

Sebab, permintaan rokok SKT tinggi. Untuk itu, pihaknya tiap pekan penerimaan lowongan bagi buruh rokok perempuan. Saat ini, kebutuhan tenaga kerja di posisi giling dan borong.

”Cukup kesulitan saat ini kondisinya (cari tenaga kerja SKT). Kami sudah membagikan lowongan pekerjaan di berbagai media,” jelasnya.

Alternatif lain untuk memenuhi target pekerja baru, PT Djarum berupaya membuka pabrik-pabrik di luar Kabupaten Kudus.

Ari menambahkan, faktor kesulitan mendapatkan tenaga kerja ini, diklaim sudah tidak ada regenerasi. Di samping itu, pekerja baru lebih memilih-milih pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi mengatakan, fenomena belakangan ini, para pencari kerja belum siap untuk terjun ke dunia kerja.

Dia menilai dari karakter dan sikap mental calon pekerja belum cukup siap.

”Karena yang terutama fresh graduate kesiapan mental kurang. Dari pendidikan karakter kurang. Maunya itu kerja enak, gajinya banyak,” ungkapnya.

Rini menambahkan, dalam ketentuan aturan skala upah yang berlaku, usia pekerja 0-1 tahun besaran senilai UMK.

Hal tersebutlah yang harus dipahami oleh para pekerja baru.

Sementara untuk lowongan pekerjaan kebutuhannya berbeda-beda. Namun yang paling banyak di PT Djarum. (gal/lin)

Editor : Abdul Rochim
#lowongan pekerjaan #rokok #ukm #Permintaan #kudus #djarum #umk #SKT #karyawan