REMBANG, RADARPATI.ID - Arsip Batik Tulis Lasem besar kemungkinan akan diterima sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB).
Nantinya akan ada penyerahan penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Beberapa waktu lalu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Rembang berkolaborasi dengan Museum Nyah Lasem mengakukan sejumlah arsip lawas sebagai MKB.
Arsip-arsip yang tersebut memiliki sejarah yang berkaitan dengan jaringan dagang batik Lasem yang mencakup Sumatra, wilayah Indonesia bagian timur hingga Singapura.
Salah satu arsip juga menunjukkan peran perempuan Lasem, terutama pemilik usaha batik dalam mendirikan dapur umum untuk Tentara Republik Indonesia.
Arsip-arsip ini bersumber dari perusahaan Batik Lasem Tio Oen Bien-Tio Swan Sien dari tahun 1900 hingga 1930 berjumlah 104 arsip, berupa surat, kartu pos, kuitansi, dan foto.
Didalamnya memuat informasi tentang jaringan dagang dan pembelian alat batik dari luar daerah, seperti lilin atau malam dari Atapupu Timor, dan kain dari Surabaya dan Solo.
Selain itu, juga ada arsip perusahaan batik Lasem Liem Kioe An periode 1922 hingga 1940 berjumlah 73 tekstual, berupa surat, telegram, dan foto.
Arsip ini berisi informasi tentang jaringan dagang batik dari Sumatra hingga Sulawesi.
Kepala Dinarpus Rembang Achmad Solchan menyampaikan, setelah dilaksanakan verifikasi beberapa waktu lalu, pihaknya diminta untuk merevisi beberapa dokumen.
Setelah itu, ia mendapatkan informasi aecara lisan bahwa usulan tersebut disetujui.
Selanjutnya, kata Solchan, dalam waktu dekat akan ada undangan resmi dari ANRI. Rembang akan mendapatkan penghargaan yang rencana diserahkan di Samarinda.
"Tanggal 29 Mei besok. Jadi yang diundang Bapak Bupati," katanya.
Dengan adanya MKB ini, ia berharap, akan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Rembang.
Sebab arsip Batik Lasem sudah diakuo secara nasional. Sehingga bisa semakin diketahui masyarakat luas dan dapat memacu para pelaku batik untuk bisa go internasional.
"Secara market penjualan bisa meningkat lagi," imbuhnya. (vah/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab