Tips Menanam Cabai di Lahan Sempit Pakai Bibit yang Dijual di Pasar

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:31 WIB
Tanaman Cabai
Tanaman Cabai

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Menanam cabai di pekarangan rumah dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus menghemat pengeluaran.

Cara budidayanya pun tidak selalu harus dimulai dari benih, sebab masyarakat bisa menggunakan bibit siap tanam yang tersedia di pasar tradisional maupun toko pertanian.

Bibit yang sudah tumbuh umumnya lebih praktis digunakan karena melewati tahap penyemaian. Dengan pemilihan bibit berkualitas dan perawatan yang tepat, tanaman cabai berpeluang tumbuh subur serta menghasilkan buah untuk kebutuhan sehari-hari.

Wiwin (55), seorang ibu rumah tangga, menjadi salah satu orang yang berhasil menanam cabai di halaman rumahnya menggunakan bibit yang dibeli di pasar. Ia membagikan sejumlah langkah penanaman hingga perawatan agar tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan panen melimpah.

1. Pilih Bibit Cabai yang Sehat

Langkah pertama adalah menentukan bibit yang sesuai dengan kebutuhan. Beragam jenis cabai tersedia di pasaran, mulai dari cabai rawit, cabai merah keriting, hingga cabai merah besar.

Wiwin memilih bibit dalam polybag kecil karena lebih mudah ditanam dan dirawat. Menurutnya, bibit tersebut biasanya dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per tanaman. Bibit kemudian dipindahkan ke lahan yang tanahnya telah digemburkan, termasuk area pekarangan rumah yang tidak terlalu luas.

Baca Juga: 6 Cara Agar Tanaman Cabai Anda Cepat Berbunga dan Tidak Mudah Rontok

Meski membutuhkan biaya lebih besar daripada menyemai benih sendiri, penggunaan bibit siap tanam dinilai lebih praktis. Agar peluang tumbuhnya tinggi, pilih tanaman dengan batang tegak, daun hijau segar, serta tidak menunjukkan gejala serangan hama atau penyakit.

Bibit dengan tinggi sekitar 10–15 sentimeter dan memiliki sedikitnya empat hingga enam helai daun sejati dapat menjadi pilihan untuk ditanam.

2. Siapkan Media Tanam yang Subur

Setelah bibit tersedia, tahap berikutnya ialah menyiapkan media tanam yang gembur dan kaya unsur hara. Campurkan tanah kebun, kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, serta sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.

Buat lubang tanam sesuai ukuran akar, kemudian masukkan bibit secara hati-hati. Tutup kembali menggunakan media tanam dan padatkan secukupnya agar tanaman dapat berdiri kokoh.

Hindari menimbun pangkal batang terlalu dalam karena kelembapan berlebih berisiko memicu pembusukan. Pastikan pula lokasi penanaman memperoleh sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sesudah ditanam, siram cabai menggunakan air secukupnya agar media tetap lembap.

3. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan

Pemupukan diperlukan untuk membantu tanaman memperoleh nutrisi selama masa pertumbuhan. Wiwin biasanya mulai memberikan pupuk sekitar satu minggu setelah penanaman.

Ia menggunakan pupuk berbentuk butiran yang dibeli dari toko pertanian. Menurut pengalamannya, pupuk tersebut diberikan sebanyak enam butir untuk setiap tanaman.

Pemilihan jenis pupuk dan dosis tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta petunjuk pemakaian pada kemasan. Pemberian pupuk secara berlebihan justru berisiko mengganggu pertumbuhan cabai.

4. Lakukan Perawatan Secara Teratur

Penyiraman menjadi salah satu kegiatan penting dalam perawatan cabai. Frekuensinya dapat dilakukan satu hingga dua kali sehari, bergantung pada cuaca dan kondisi kelembapan tanah. Ketika musim kemarau, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering, sedangkan saat hujan jumlah air perlu dikurangi agar media tidak terlalu basah.

Selain penyiraman, pemupukan berkala juga dapat membantu menunjang pertumbuhan dan pembentukan buah. Pupuk NPK maupun pupuk organik cair bisa digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang dianjurkan.

Wiwin mengaku rutin menyiram tanamannya setiap hari serta memberikan pupuk melalui penyemprotan setiap delapan hari sekali.

Perawatan lainnya meliputi pemangkasan tunas yang tidak diperlukan dan pemasangan penyangga ketika batang mulai tumbuh besar. Penyangga setinggi sekitar 60–80 sentimeter dapat membantu menopang tanaman agar tidak mudah roboh saat dipenuhi buah.

Berkat perawatan rutin tersebut, Wiwin merasakan manfaat dari menanam cabai sendiri. Cabai rawit yang dikenal sebagai cabai setan itu mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak, sehingga kebutuhan memasak sehari-hari dapat dipenuhi tanpa harus sering membeli cabai di pasar.

Bahkan, hasil panennya terkadang dapat dibagikan kepada tetangga. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai bisa menjadi pilihan sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. (*)

Editor : Zakarias Fariury
menanam cabai merawat tanaman cabai cabai rawit daun keriting berbuah lebat