Selain memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga, keberadaan TOGA juga dapat membuat lingkungan rumah lebih hijau.
Tanaman tersebut bisa ditanam langsung di halaman, pekarangan, maupun menggunakan pot atau wadah bekas yang masih layak pakai.
Jahe, misalnya, kerap digunakan sebagai bahan minuman hangat. Rimpang ini dapat diolah dengan cara sederhana, seperti direbus bersama air kemudian dimin dalam pengolahan jamu.
Bagian rimpangnya dapat dibersihkan, diolah, dan dicampurkan dengan bahan lain sesuaium sebagai minuman herbal.
Kunyit juga banyak digunakan sebagai bahan masakan sekaligus diolah menjadi minuman tradisional.
Sementara itu, kencur menjadi salah satu tanaman yang cukup dikenal dalam pengolahan jamu.
Bagian rimpangnya dapat dibersihkan, diolah, dan dicampurkan dengan bahan lain sesuai kebutuhan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Andalan Mahasiswa UMK: Enak, Kenyang, dan Ramah di Kantong!
Serai pun dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan maupun bahan minuman.
Menanam TOGA di rumah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas.
Beberapa jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di dalam pot selama memperoleh media tanam, air, dan pencahayaan yang sesuai.
Perawatan secara rutin juga diperlukan agar tanaman dapat berkembang dengan optimal.
Pengolahan tanaman obat sebaiknya dilakukan secara bersih dan tepat. Bahan tanaman perlu dicuci sebelum digunakan, sedangkan bagian yang rusak atau berjamur sebaiknya tidak dikonsumsi.
Penggunaan tanaman herbal juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Baca Juga: KULINER Minuman Legend Es Gempol Pleret Pak War di Kudus: Segar, Gurih, Manisnya Nampol
Meski tanaman obat dapat menjadi bagian dari pemanfaatan bahan alami di rumah, penggunaannya tidak otomatis menggantikan pengobatan medis.
Masyarakat, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan herbal secara rutin.
Dengan perawatan sederhana, TOGA dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan ruang di sekitar rumah sekaligus mengenalkan kembali berbagai tanaman tradisional yang telah lama digunakan masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Abdul Rochim