Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KUNJUNGI! Pasar Kuliner Jadul di Kudus Hadirkan Nostalgia Rasa

Abdul Rochim • Jumat, 2 Januari 2026 | 19:36 WIB
KULINER LAWAS: Pedagang di Pasar Kuliner Jadul menjajakan olahan makanan tempo dulu di Alun-alun Kulon Kudus.
KULINER LAWAS: Pedagang di Pasar Kuliner Jadul menjajakan olahan makanan tempo dulu di Alun-alun Kulon Kudus.

KUDUS – Aroma masakan tempo dulu kembali menyeruak di Alun-alun Kulon Kudus.

Pasar Kuliner Jadul bertema “Menebar Energi Peradaban Auliya” sukses menghadirkan pengalaman kuliner khas masa lampau yang mengundang nostalgia warga maupun peziarah.

Agenda yang digelar selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Januari ini, buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00.

Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang merindukan jajanan tradisional yang kini kian sulit ditemui.

Pasar Kuliner Jadul merupakan bagian dari rangkaian peringatan Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Selain berburu kuliner, pengunjung juga disuguhi berbagai kegiatan bernuansa religi dan budaya, mulai dari Khotmil Quran, laku banyu panguripan, hingga pengajian bersama Gus Baha.

Perpaduan tersebut menjadikan acara ini tak sekadar wisata kuliner, tetapi juga ruang pertemuan nilai spiritual, tradisi, dan ekonomi rakyat.

Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul, Hertanto Tri Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong geliat UMKM sekaligus menjaga eksistensi makanan tradisional.

Sejak pertama kali digelar pada 2017, pasar kuliner ini rutin dilaksanakan dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.

“Tahun ini ada 21 stan yang kami buka. Pendaftarnya sekitar 40, tapi memang kami batasi. Seleksi dilakukan secara daring dengan syarat data lengkap. Menunya wajib kuliner jadul. Kalau tidak sesuai tema, langsung kami coret,” tegasnya.

Setiap pelapak dikenakan biaya sewa Rp 1,4 juta yang sudah termasuk fasilitas.

Hertanto menilai tingginya minat pengunjung menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih diminati lintas generasi.

Beragam hidangan khas lawas tersaji di lokasi.

Mulai dari awug-awug, sagu mutiara, meniran, nasi goreng jadul, dawet, entho-entho, sego jagung, kinco bakar, wedang roti, nasi thiwul, hingga gethuk.

Cita rasa dan aroma khasnya membawa pengunjung bernostalgia pada suasana masa kecil.

Salah satu pedagang, Melly, mengaku telah rutin berpartisipasi dalam Pasar Kuliner Jadul selama lima tahun terakhir. Sejak 2021, ia selalu ambil bagian dan merasakan antusiasme pembeli yang tak pernah surut.

“Alhamdulillah tiap hari ramai. Yang paling cepat habis biasanya roti maryam. Saya siapkan sekitar lima kilogram adonan per hari, tiga kilonya bisa jadi sekitar 140 buah. Awug-awug juga masih banyak peminat,” ujarnya.

Menurut Melly, pengunjung datang tidak hanya dari warga Kudus, tetapi juga peziarah yang sengaja singgah untuk mencicipi kuliner tradisional. Meski demikian, mayoritas tetap masyarakat lokal dari berbagai usia.

Hal serupa dirasakan Nabila Zahi (21), warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati.

Ia mengaku hampir selalu datang setiap Pasar Kuliner Jadul digelar.

Menurutnya, acara ini menjadi tempat tepat untuk menemukan makanan lawas yang kini jarang dijual.

Ia beli nasi thiwul. Sudah lama tidak nemu yang jual.

"Isinya sederhana tapi enak, ada kangkung, tempe, teri, sambalnya juga pas. Acara seperti ini bagus, bisa mengenalkan jajanan jadul ke generasi sekarang. Kalau kangen, tinggal datang ke sini,” tuturnya. (dik/lin)

Editor : Abdul Rochim
#kuliner kudus #kuliner jadul #menara kudus