KUDUS – Suasana belajar anak-anak bimbingan Bezzie Education Kudus tampak berbeda pada Selasa (8/9).
Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga diajak mengenal dunia kepolisian dan keselamatan berlalu lintas secara langsung di Taman Lalu Lintas Kudus.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (PSA) yang digelar Satlantas Polres Kudus melalui kegiatan Polantas Karib.
Baca Juga: Charly Van Houten Bakal Meriahkan Festival Budaya Situs Sumur Gentong Kudus
Program dikemas secara ramah dan interaktif agar anak-anak dapat berinteraksi dengan polisi tanpa rasa takut atau canggung.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Kudus, Ipda Ahmadi, bersama sejumlah personel Satlantas mendampingi kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut.
Dalam kegiatan itu, anak-anak diajak mengenal tugas polisi dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan pendekatan menyenangkan agar mudah dipahami.
Kenalkan Rambu dan Cara Menyeberang
Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan rambu-rambu lalu lintas. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai tanda yang biasa ditemui ketika berada di jalan.
Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Selain mengenal rambu, polisi mengajarkan cara menyeberang jalan dengan aman.
Anak-anak diarahkan untuk berhenti terlebih dahulu, memperhatikan kondisi jalan, serta memastikan situasi benar-benar aman sebelum menyeberang.
Agar suasana pembelajaran tidak terasa kaku, kegiatan juga diselingi permainan dan bernyanyi bersama personel kepolisian.
Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung ceria. Anak-anak terlihat lebih leluasa berkomunikasi dan mengikuti arahan polisi.
Dekatkan Polisi dengan Anak Sejak Dini
Ipda Ahmadi mengatakan program Polisi Sahabat Anak merupakan salah satu upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat sejak usia dini.
Menurutnya, pendekatan kepada anak-anak perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar pesan edukasi dapat diterima dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal polisi sebagai sosok yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Mereka juga diperkenalkan pada peran polisi dalam memberikan edukasi dan perlindungan, terutama terkait keselamatan di jalan.
“Kegiatan ini untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak melalui edukasi tentang peran polisi dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Ipda Ahmadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus memiliki pandangan positif terhadap kepolisian.
“Harapannya, anak-anak dapat memahami sejak dini arti penting keselamatan di jalan dan ke depan menjadi generasi yang lebih peduli terhadap ketertiban lalu lintas,” katanya.
Kegiatan Polisi Sahabat Anak di Taman Lalu Lintas Kudus tersebut sekaligus menjadi sarana menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Polisi hadir tidak hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga menjadi sahabat anak melalui edukasi yang dekat dan menyenangkan. (*/him)
Editor : Abdul Rochim