KUDUS – Bayi perempuan yang sebelumnya ditemukan ditinggalkan di depan rumah warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kini dalam kondisi stabil dan masih menjalani perawatan intensif di RSI Sunan Kudus.
Direktur RSI Sunan Kudus dr. Ahmad Saifudin mengatakan, bayi tersebut dibawa ke rumah sakit pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 23.30.
Saat pertama kali diperiksa, kondisi bayi sempat lemas dan diduga mengalami dehidrasi karena asupan minum yang masih kurang.
Baca Juga: MIRIS! Bayi Baru Lahir Ditemukan di Dalam Tas, Kini Dirawat di RSI Kudus
“Secara medis stabil, baik. Waktu ditemukan minumnya agak kurang, sehingga agak dehidrasi. Setelah kami lakukan terapi, paginya minum sudah lebih kuat,” ujar Ahmad, Rabu (13/8/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi diperkirakan baru dilahirkan sekitar satu hingga dua jam sebelum tiba di rumah sakit.
Tim medis kemudian memberikan penanganan dan melakukan pemantauan secara intensif di ruang PICU NICU.
“Kami pantau terus. Kami tugaskan dokter spesialis anak untuk memantau kesehariannya. Bayi kami tempatkan di ruang perawatan khusus, akan terpantau secara optimal,” jelasnya.
Kondisi Bayi Terpantau Baik
Kondisi bayi tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kudus Endhah Endhayani datang menjenguk bersama jajaran Dinas Kesehatan serta Dinsos P3AP2KB.
Endhah menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi bayi cukup baik. Berat badan bayi sekitar 2,6 kilogram dengan panjang badan 49 sentimeter.
“Dedek bayinya lucu, rambutnya lumayan tebal, imut, lucu, gemes. Tadi beratnya 2,6 kilogram, panjangnya 49,” ungkap Endhah.
Meski demikian, pemerintah juga memperhatikan kondisi tali pusar bayi yang sudah terpotong ketika ditemukan.
Menurut Endhah, sejauh pemeriksaan medis, belum ditemukan tanda-tanda infeksi. Namun, pihaknya tidak mengetahui alat yang digunakan untuk memotong tali pusar tersebut.
“Sudah dicek tidak ada infeksi, karena kami tidak tahu memotong tali plasentanya pakai apa,” katanya.
Tujuh Orang Sudah Ingin Mengadopsi
Setelah mendapatkan penanganan medis, pemerintah akan menyiapkan langkah selanjutnya bagi bayi tersebut.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah membawa bayi ke Panti Wiloso Tomo di Salatiga untuk mendapatkan pengasuhan.
Di tengah proses tersebut, kabar mengenai bayi yang ditemukan di Karangampel itu juga mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Endhah menyebut, setidaknya sudah ada tujuh orang yang menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi perempuan tersebut.
Namun, keinginan tersebut tidak serta-merta membuat calon orang tua dapat membawa bayi pulang dari rumah sakit. Pemerintah memastikan proses adopsi harus dilakukan melalui prosedur yang telah ditetapkan.
“Sudah ada tujuh yang ingin mengadopsi. Tapi prosedur untuk adopsi itu tidak segampang itu. Ada prosedur yang harus ditempuh,” tegasnya.
Untuk sementara, bayi tetap menjalani perawatan dan pemantauan medis hingga kondisi dinyatakan siap untuk mendapatkan penanganan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)
Editor : Abdul Rochim