KUDUS – Sebanyak 200 murid sekolah dasar (SD) kelas I hingga III mengikuti puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus di Pendapa Kudus, Minggu (26/7).
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen daerah dalam melindungi serta memenuhi hak-hak anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Peringatan HAN 2026 melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, dunia pendidikan, hingga Forum Anak Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Penerangan Jalan Tenaga Surya Terangi Perbatasan Kudus, Ditarget Menyala Agustus 2026
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono mengatakan, anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa maupun daerah.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
"Anak merupakan generasi penerus yang melanjutkan pembangunan di masa yang akan datang," ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Kudus berkomitmen memberikan perlindungan kepada anak sekaligus memastikan seluruh hak mereka terpenuhi melalui kolaborasi semua elemen masyarakat.
Ia menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian bersama terhadap perlindungan anak.
Peran keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
"Kami berharap semangat Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan meraih cita-citanya," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Putut Winarno menjelaskan, HAN 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pemenuhan hak anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinsos P3AP2KB, RELIMA, Forum Anak Kabupaten Kudus, Forum GenRe Kudus, SMK Raden Umar Said (RUS), Komunitas Read Aloud Kudus, Komunitas Kresek Kudus, hingga Kampung Budaya Piji Wetan.
"Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan ruang yang aman, kreatif, dan edukatif bagi anak-anak. Tidak hanya menumbuhkan budaya literasi, tetapi juga mengenalkan kreativitas digital dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini," jelasnya.
Beragam kegiatan edukatif turut memeriahkan acara, mulai dari read aloud atau membaca nyaring, diskusi bersama orang tua, menulis harapan pada Pohon Literasi, hingga pemutaran film animasi WakaKibo karya SMK Raden Umar Said.
Anak-anak juga mendapat edukasi lingkungan bersama Komunitas Kresek Kudus melalui kegiatan kreatif memanfaatkan barang bekas.
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Putut berharap rangkaian peringatan HAN 2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat budaya literasi, mengembangkan kreativitas anak, serta meningkatkan sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan Kudus sebagai Kabupaten Layak Anak. (san)