Hadapi Kemarau, TNI di Kudus Bangun Empat Sumur Bor dan Tiga Irigasi Perpompaan

Galih Erlambang Wiradinata • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:15 WIB
Kodim Kudus membangun sumur untuk menangani kekeringan di sejumlah di Kabupaten Kudus. (GALIH ERL/RADAR PATI)
Kodim Kudus membangun sumur untuk menangani kekeringan di sejumlah di Kabupaten Kudus. (GALIH ERL/RADAR PATI)

KUDUS – Kodim 0722/Kudus mulai membangun empat sumur bor di sejumlah wilayah rawan kekeringan sebagai upaya mengantisipasi krisis air bersih selama musim kemarau. 

Selain itu, TNI juga membangun tiga titik irigasi perpompaan untuk mendukung kebutuhan air sektor pertanian.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Baca Juga: Harlah ke-28 PKB Kudus Diisi Donor Darah hingga Bantuan untuk NU dan Banom

"Kabupaten Kudus mendapatkan alokasi empat titik pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat serta tiga titik irigasi perpompaan untuk mendukung sektor pertanian," ujarnya.

Empat sumur bor dibangun di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, serta dua titik di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan. Pengerjaan dimulai pada Senin (20/7).

Yuusufa menjelaskan air dari sumur bor akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

"Yang paling utama, air yang dihasilkan akan dialirkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Selain penyediaan air bersih, Kodim juga membangun tiga titik irigasi perpompaan di Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu.

Program tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian ketika musim kemarau menyebabkan debit air mulai berkurang.

Saat ini, pembangunan irigasi perpompaan telah mencapai progres sekitar 50 persen.

Sementara itu, sumur bor yang dibangun berdiameter enam inci dan diperkirakan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi lebih dari 350 kepala keluarga.

"Fasilitas irigasi perpompaan diperkirakan dapat mendukung pengairan lahan pertanian hingga puluhan hektare," jelas Yuusufa.

Ia menambahkan seluruh sumur bor dibangun di atas lahan milik pemerintah desa.

Setelah selesai, fasilitas tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dikelola sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan sumur bor dan irigasi perpompaan diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi musim kemarau sekaligus membantu menjaga produktivitas sektor pertanian di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

Program TNI AD Manunggal Air merupakan inisiatif TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan bersama pemerintah untuk memperluas akses air bersih, khususnya di daerah yang kerap mengalami krisis air saat musim kemarau. (gal)

 

Editor : Abdul Rochim
sumur bor Kudus TNI AD Manunggal Air irigasi perpompaan musim kemarau Kudus Kodim 0722 Kudus