KUDUS – Gudang penyimpanan sparepart motor untuk penjualan online di RT 10 RW 2 Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, hangus terbakar, Minggu (5/7) pagi.
Kebakaran diduga dipicu percikan api dari mesin blower saat proses pengecatan bodykit motor yang kemudian menyambar bahan kimia mudah terbakar di dalam gudang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: KENAIKAN BBM Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Level Tinggi di Kudus
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat aktivitas di gudang milik Novriadi, warga Perumahan Jepangpakis, baru dimulai.
Salah seorang karyawan hendak menyalakan blower untuk proses pengecatan bodykit motor.
Namun, diduga muncul percikan api yang langsung menyambar cat dan tiner yang berada di sekitar area kerja.
Saksi sekaligus saudara pemilik gudang, Pandu Kusuma (19), mengatakan kobaran api membesar sangat cepat karena di dalam gudang terdapat banyak barang berbahan plastik dan cairan mudah terbakar.
"Saat itu toko baru buka. Ada salah satu karyawan yang mau menyalakan blower untuk pengecatan, tiba-tiba terjadi korsleting listrik," ujar Pandu.
Ia menuturkan, para pekerja yang baru datang sempat panik melihat api langsung membesar.
Warga sekitar kemudian berdatangam membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang.
"Api cepat sekali membesar. Di dalam ada cat, tiner, sparepart motor, sama bodykit yang bahannya plastik semua. Jadi apinya langsung menjalar," katanya.
Menurut Pandu, gudang tersebut telah lama digunakan sebagai tempat penyimpanan sparepart sekaligus proses pengecatan bodykit motor untuk kebutuhan oenjualan secara online.
"Gudang ini memang dipakai untuk penyimpanan sparepart motor dan produksi bodykit yang dijual online. Pemiliknya Pak Novriadi, asli Palembang dan sekarang tinggal di Perumahan Jepangpakis," jelasnya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus Ahmad Munaji melalui Pusdalops BPBD Miftahul Huda mengatakan, enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
Armada tersebut berasal dari BPBD Kudus, Satpol PP Kudus, PT Nojorono, dan PT Pura.
"Kami mengerahkan enam unit armada pemadam. Karena objek yang tebakar berisi cat dan tiner, pemadaman juga menggunakan cairan busa agar api lebih cepat dikendalikan," terang Huda.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam karena petugas menghadapii sejumlah kendala.
Selain banyaknya material mudah terbakar, bangunan gudang yang rapat membuat asap sulit keluar sehingga menyulitkan proses pemadaman.
"Kendalanya material di dalam gudang sangat mudah terbakar, bangunan cukup rapat sehingga asap terjebak di dalam, dan lokasinya berada di kawasan padat penduduk," imbuhnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Dugaan sementara mengarah pada percikan api dari mesin blower saat proses pengecatan yang kemudian menyambar bahan kimia mudah terbakar.
Kebakaran menghanguakan bangunan gudang berukuran 20 x 15 meter, empat unit blower, empat unit kompresor cat, puluhan kaleng cat dan tiner, serta sekitar 300 unit bodykit motor.
Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 300 juta. (dik)
Editor : Abdul Rochim