KUDUS – Visi pembangunan Kabupaten Kudus yang diusung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton adalah Green Growth and Sustainable Development atau Kudus Sehat, Tumbuh, dan Berkelanjutan.
Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan.
Dalam menjalankan pemerintahan, Sam’ani dan Bellinda berbagi peran untuk menyerap aspirasi masyarakat secara lebih efektif.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan kanal pengaduan Lapor K1, yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan dan laporan secara langsung.
Baca Juga: Pedagang Pasar Bitingan Laporkan Dugaan Korupsi Kanopi Rp 1,8 Miliar ke Kejari Kudus
Aduan yang masuk kemudian ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar penanganannya lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut Sam’ani, fokus utama pemerintah daerah adalah mengurangi kemiskinan, menekan angka kematian ibu dan anak, meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat, serta menciptakan rasa aman, nyaman, dan kebersamaan melalui semangat gotong royong.
Selain menerima laporan melalui Lapor K1, dirinya juga rutin turun ke lapangan setiap pagi untuk memantau kondisi masyarakat, pasar tradisional, hingga pelaku UMKM.
Berbagai kegiatan dilakukan saat turun ke lapangan, mulai dari menyapa warga, bersepeda, meninjau pasar sayur, hingga sarapan bersama pekerja dan pedagang kaki lima (PKL).
Ia juga pernah membagikan celemek kepada PKL sebagai upaya menjaga kebersihan dan higienitas dagangan.
Menurutnya, para pedagang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Dalam tata kelola pemerintahan, Sam’ani menerapkan evaluasi rutin terhadap kinerja OPD dengan menyusun pemetaan masalah, solusi, serta prioritas pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang.
Salah satu program yang berhasil diwujudkan adalah pencairan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) sebesar Rp 1 juta per bulan bagi sekitar 7.555 guru swasta di Kabupaten Kudus.
Selain itu, pemerintah juga melakukan inventarisasi aset-aset daerah yang belum termanfaatkan secara optimal.
Beberapa aset yang menjadi perhatian antara lain eks Matahari yang kini mulai dibangun menjadi Gedung Kudus Sehat, area parkir Pasar Kliwon, bangunan eks sentra PKL, Terminal Colo, serta aset sekolah hasil regrouping yang terbengkalai.
Sementara itu, Wakil Bupati Bellinda aktif menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial maupun saat kunjungan lapangan.
Ia kerap mendatangi pasar tradisional dan kawasan publik untuk mendengarkan langsung persoalan warga.
Salah satu temuan di Pasar Bitingan terkait keberadaan pasar sayur pagi yang mengurangi aktivitas pasar utama langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Dinas Perdagangan hingga penataannya menjadi lebih tertib.
Bellinda juga merespons keluhan tarif parkir di kawasan Car Free Day yang tidak sesuai ketentuan. Melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, pemerintah memasang papan informasi tarif resmi agar masyarakat tidak dirugikan.
Selain itu, ia memberikan perhatian besar pada sektor kesehatan, termasuk menggalakkan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama Dinas Kesehatan untuk mencegah penyebaran demam berdarah.
Melalui kolaborasi, pengawasan lapangan, dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, pasangan Sam’ani–Bellinda terus berupaya mewujudkan Kudus yang sehat, maju, dan berkelanjutan. (san/him)
Editor : Abdul Rochim